Sabtu, 26 Desember 2009

Ber-internet-an dengan HP CDMA ZTE C300

Keberadaan internet sudah menjadi makanan pokok bagi keseharian orang-orang. Bahkan seorang teman penulis pernah mengatakan, sehari tidak berinternet membuat hidup terasa hampa. :D~~. Dan sedikit banyak orang kecanduan dalam memperoleh informasi melalui internet karena selain informasi yang disajikan selain cukup aktual, namun juga secara cepat informasi didapatkan dalam hitungan menit. Bagi si pemberi informasi tidak perlu lagi harus ke tempat percetakan untuk sekedar memberi tahu kepada khalayah bahwa terdapat informasi baru yang menarik. Yups, seperti intro-nya harus di bedakan menjadi artikel tersendiri. :D~~ Bisa bisa penulis keasikan membuat intro sampai tutorial ini habis. :D~ Seperti biasa, untuk tutorial linux kali ini penulis akan mencoba menjelaskan tidak secara terperinci namun mudah-mudahan jelas.
HP yang penulis gunakan adalah Samsung ZTE C300 yang telah dipaketkan dengan Fren ( waktu penulis beli seharga 388 ribu ). Relatif murah namun dapat diandalkan. Perlu diketahui penulis telah melakukan test di lingkungan UBUNTU 8.04 ( hardy heron ). Ubuntu sendiri bisa anda dapatkan di http://shipit.ubuntu.org . Dan satu lagi yang dibutuhkan yaitu kabel usb yang biasa digunakan untuk kamera digital ataupun card reader.
Langsung saja pasang kabel usbnya.

Penginstallan modul driver hp zte c300 dilakukan dalam mode root.
( perhatian : perintah yang diketikkan hanya yang di beri cetak tebal /bold )

Untuk mendeteksi apakah usb dan handphone telah terpasang dengan benar
root@alk-linux:/home/alk# lsusb

tampilan di layar anda mungkin sedikit berbeda ....

Bus 005 Device 003: ID 064e:a100 Suyin Corp.
Bus 005 Device 001: ID 0000:0000
Bus 004 Device 001: ID 0000:0000
Bus 003 Device 001: ID 0000:0000
Bus 002 Device 006: ID 05c6:3197 Qualcomm, Inc. CDMA Wireless Modem/Phone
Bus 002 Device 003: ID 15ca:00c3
Bus 002 Device 001: ID 0000:0000
Bus 001 Device 001: ID 0000:0000

disini terlihat jelas hp cdma zte c300 dideteksi sebagai Wireless Modem.
Setelah terdeteksi langsung saja install modul yang cocok untuk driver modem hp diatas.

root@alk-linux:/home/alk# sudo modprobe usbserial vendor=0x05c6 product=0x3197

kemudian cek, apakah sudah terdeteksi dengan baik ...
root@alk-linux:/home/alk# dmesg

kira-kira tampilannya seperti ini
[ 2912.143117] usbcore: registered new interface driver usbserial
[ 2912.143842] /build/buildd/linux-2.6.24/drivers/usb/serial/usb-serial.c: USB Serial support registered for generic
[ 2912.144546] usbserial_generic 2-1:1.0: generic converter detected
[ 2912.145274] usb 2-1: generic converter now attached to ttyUSB0
[ 2912.145663] usbserial_generic 2-1:1.1: generic converter detected
[ 2912.146305] usb 2-1: generic converter now attached to ttyUSB1
[ 2912.146685] usbcore: registered new interface driver usbserial_generic
[ 2912.146689] /build/buildd/linux-2.6.24/drivers/usb/serial/usb-serial.c: USB Serial Driver core

Selanjutnya kita akan melakukan koneksi dengan menggunakan wvdial, secara default wvdial di ubuntuk 8.04 sudah terinstall dengan baik, namun jika belum terinstall ...
root@alk-linux:/home/alk# apt-get install wvdial

setelah selesai, langsung kita edit konfigurasi si wvdial untuk dapat melakukan koneksi internet.
root@alk-linux:/home/alk# gedit /etc/wvdial.conf &

tanda & itu hanyalah sebagai operand untuk menjalankan command yang ada tersebut secara background.

Yang perlu ditambahkan kedalam /etc/wvdial.conf adalah sebagai berikut :

[Dialer Defaults]
Init1 = ATZ
Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
Baud = 460800
Modem Type = USB Modem
New PPPD = yes
Modem=/dev/ttyUSB0
ISDN=0
Phone=#777
Username = m8
Password = m8
Stupid Mode = yes

Setelah di save, langsung di coba ...

root@alk-linux:/home/alk# wvdial

--> WvDial: Internet dialer version 1.60
--> Cannot get information for serial port.
--> Initializing modem.
--> Sending: ATZ
ATZ
OK
--> Sending: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
OK
--> Modem initialized.
--> Sending: ATDT#777
--> Waiting for carrier.
ATDT#777
CONNECT
--> Carrier detected. Starting PPP immediately.
--> Starting pppd at Thu Jun 12 13:04:41 2008
--> Pid of pppd: 6992
--> Using interface ppp0
--> pppd: ��[06][08]H�[06][08]
--> pppd: ��[06][08]H�[06][08]
--> pppd: ��[06][08]H�[06][08]
--> pppd: ��[06][08]H�[06][08]
--> local IP address 10.66.30.173
--> pppd: ��[06][08]H�[06][08]
--> remote IP address 192.168.240.83
--> pppd: ��[06][08]H�[06][08]
--> primary DNS address 202.171.1.18
--> pppd: ��[06][08]H�[06][08]
--> secondary DNS address 202.171.1.2
--> pppd: ��[06][08]H�[06][08]


jika terdapat tampilan seperti ini maka anda sudah dapat berinternet ria .. :D~~

root@alk-linux:/home/alk# ifconfig
...
...
ppp0 Link encap:Point-to-Point Protocol
inet addr:10.66.30.173 P-t-P:192.168.240.83 Mask:255.255.255.255
UP POINTOPOINT RUNNING NOARP MULTICAST MTU:1500 Metric:1
RX packets:4 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:5 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:3
RX bytes:64 (64.0 B) TX bytes:97 (97.0 B)



Selamat mencoba.

Jaringan Linux Dasar 1: Konfigurasi Kartu Jaringan

Wahhh... sudah lama penulis tidak bersua di tutorial jaringan. :D. Yups, sebelum masuk ke dalam pokok pembahasan, penulis akan jelaskan terlebih dulu mengenai judul yang penulis bawakan sekarang, sengaja diambil judul seperti itu karena Insyaallah staff ilmuwebsite akan menghadirkan tutorial di linux secara berseri dan akan hadir setiap minggunya. Sebagai gantinya penulis minta didoakan agar punya waktu, dan duit yang juga banyak tentunya. Karena kalo nggak punya duit banyak pastinya penulis nggak punya hati yang enak ketika menulis artikel nanti. Gimana ? Deal or no deal ? Doakan aku ya ?
Huehuehe .... Tergantung pilihan anda. :D.

Yups, tutorial jaringan di linux yang akan dibahas secara berseri :
• Linux Name Services
• Mail Server
• Apache web server
• Network gateway services ( didalamnya nanti sudah termasuk proxy server dan firewall )
• File Sharing
• Printer Services
• Security di linux

Ya kira-kira itu yang akan jadi pembahasan berseri selanjutnya. :D. Deal or no deal ? :D
Yahhhh... sebelum dilanjutkan ke pembahasan selanjutnya, kembali ke tutorial yang sekarang terlebih dulu. Sebelum masuk kedalam konfigurasi kartu jaringan di linux, perlu di ketahui terlebih dahulu konsep pemberian alamat ip untuk setiap kartu jaringan di linux. Sebetulnya untuk linux yang sekarang pemberian alamat dengan fasilitas gui juga sudah mencukupi, gui ( Graphical User Interface ) di sini maksudnya pemberian alamat ip bisa dilakukan hanya dengan klak-klik saja dalam tampilan windows. Tapi alangkah baiknya jika anda mengetahui konsep nyata dari pemberian alamat ip. Ini akan berguna suatu saat nanti bagi seorang admin jaringan yang fundamental. Wink.
Sederhananya untuk memberikan alamat ip di linux, cukup masuk ke linux console, atau nama lainnya dari terminal. Kemudian ketik perintah seperti ini ...

root@alk.rootThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it #ifconfig eth0 192.168.1.2 netmask 255.255.255.0 broadcast 192.168.1.255

dengan catatan anda harus dalam kondisi root.
Nah setelah menjalankan perintah tersebut, secara otomatis terbentuk sebuah file ifcfg-eth0 berada di bawah direktori :

/etc/sysconfig/network-scripts

isinya kira-kira sebagai berikut :
/etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0

DEVICE=eth0
BOOTPROTO=static
BROADCAST=192.168.1.255
IPADDR=192.168.1.2
NETMASK=255.255.255.0
NETWORK=192.168.1.0
ONBOOT=yes


distro yang penulis gunakan adalah redhat linux 9. Tidak berbeda jauh dengan Fedora Core 4,5,6,7,8 atau diatasnya. Begitu juga dengan linux mandriva. Hampir sama konsepnya.

Linux menamakan setiap kartu jaringan berdasarkan urutannya, dalam perintah diatas tertulis kartu jaringan dinamakan dengan eth0. Ini karena dalam linux setiap kartu jaringan yang pertama diberi nama eth0. Dan jika terdapat 2 kartu jaringan di pc maka terdapat 2 file ethX yaitu eth0 dan eth1. Begitu untuk seterusnya.
Nah selanjutnya adalah netmask, netmask ini akan penulis jelaskan rincinya nanti dalam tutorial jaringan, intinya "netmask" ini berfungsi membuat sub network atau jaringan yang terbagi bagi menjadi lebih kecil. Dengan kata lain membagi jaringan besar menjadi lebih kecil lagi. Biasanya netmask ini digunakan untuk penghematan alamat ip, dan resource jaringan. ( Yang udah tau jangan komentar :D Just kidding bro! )
Dan terakhir broadcast berfungsi untuk memberitahukan bahwa si pc yang sudah diberi alamat ip ini memiliki alamat jaringan 192.168.1.0, dan alamat broadcast inilah yang nantinya memberitahukan kepada semua host/pc yang sudah terkoneksi dalam satu jaringan bahwa host dengan alamat ip 192.168.1.2 itu masih satu kandung. Satu Saudara tapi beda bapak. Orang tua aslinya tidak mengakui dia sebagai anak. Halah!! :D

Yups, selanjutnya ketikkan perintah :

root@alk.rootThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it #ifconfig
eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:0C:29:EE:71:11
inet addr:192.168.1.2 Bcast:192.168.1.255 Mask:255.255.255.0
inet6 addr: fe80::20c:29ff:feee:7111/64 Scope:Link
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1
RX packets:61 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:85 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:6938 (6.7 KiB) TX bytes:10092 (9.8 KiB)
Interrupt:10 Base address:0x1080

lo Link encap:Local Loopback
inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0
inet6 addr: ::1/128 Scope:Host
UP LOOPBACK RUNNING MTU:16436 Metric:1
RX packets:35 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:35 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:0
RX bytes:2190 (2.1 KiB) TX bytes:2190 (2.1 KiB)

jika tampilannya seperti ini, artinya pc anda sudah dapat terkoneksi dengan jaringan. Smile
Ya selamat mencoba.

Untuk tutorial jaringan selanjutnya penulis akan membawakan tutorial "Name Service di linux dengan BIND", yaitu konsep penamaan dalam jaringan.

Rilisnya Backtrack 4 Beta

Kabar gembira... kabar gembira... yang telah lama ditunggu kembali hadir, dengan wajah baru, kekuatan baru. Ya meskipun masih beta, Backtrack 4 ini mampu menghipnotis kalangan IT Security, dari konsultan keamanan yang bersifat formal, hingga para master Undergound, bahkan para intruder yang sering menjalankan aktivitas sembunyi-sembunyi mulai menghitung mundur kembali hadirnya backtrack 4 final.

Yang beda dari backtrack 4 adalah, tidak lagi menjadi turunan dari slackware, sebagai gantinya backtrack 4 ini menginduk kepada Distro Linux Debian, dengan mengakar kepada utilitas repositori milik Ubuntu. Menariknya backtrack 4 memiliki jam tayang lebih panjang karena hadirnya sistem sinkronisasi dengan repositori backtrack online. Dengan kata lain setiap ada tool security yang di release maka backtrack 4 yang dijalankan akan selalu melakukan update databasenya.

Berikut kutipan beberapa feature terbaru dari backtrack 4 beta, di ambil langsung dari site aslinya :

* Kernel 2.6.28.1 with better hardware support.
* Native support for Pico e12 and e16 cards is now fully functional, making BackTrack the first pentesting distro to fully utilize these awesome tiny machines.
* Support for PXE Boot - Boot BackTrack over the network with PXE supported cards!
* SAINT EXPLOIT - kindly provided by SAINT corporation for our users with a limited number of free IPs.
* MALTEGO - The guys over at Paterva did outstanding work with Maltego 2.0.2 - which is featured in BackTrack as a community edition.
* The latest mac80211 wireless injection pacthes are applied, with several custom patches for rtl8187 injection speed enhancements. Wireless injection support has never been so broad and functional.
* Unicornscan - Fully functional with postgress logging support and a web front end.
* RFID support
* Pyrit CUDA support...
* New and updated tools - the list is endless!


Satu lagi, anda sudah dapat men download backtrack versi 4 beta, dengan size yang lebih besar dari sebelumnya 854 MB, DVD Image.
Silahkan diunduh : http://www.remote-exploit.org/cgi-bin/fileget?version=bt4-beta-iso

Info selengkapnya : http://www.remote-exploit.org/news.html

Memainkan game Counter Strike 1.6 di Linux

Ya, sebetulnya di linux sendiri telah terdapat fasilitas bawaan yang telah diincludekan untuk dapat menjalankan aplikasi windows. Yaitu wine. Namun untuk tutorial kali ini penulis akan coba gunakan aplikasi yang berbeda. Menggunakan crossover linux. Kehebatan crossover selain menjalankan aplikasi windows di dalam mesin linux, user pun dapat melakukan installasi aplikasi windows di linux seolah-olah berada dalam mesin windows.

Penulis akan coba menjelaskan secara singkat bagaimana menjalankan game counster strike 1.6 tanpa perlu melakukan installasi dari awal. Cukup menggunakan game yang sudah ada di windows.

Pertama adalah download terlebih dahulu software crossover disini.

Setelah selesai didownload, lakukan ekstract file rar tersebut.

Langkah selanjutnya adalah login sebagai root di linux kesayangan anda. Copy kan file yang sudah di extract tersebut ke direktori tmp, atau dapat secara langsung menginstallnya pada direktori tersebut.



# cp install-crossover-pro-7.1.0.sh /tmp

# cd /tmp

berikan permision file agar dapat langsung dieksekusi

# chmod +x install-crossover-pro-7.1.0.sh

jalankan file installasi tersebut

# ./install-crossover-pro-7.1.0.sh

setelah dari sini, ikuti saja kemauannya ... :D



Kemudian pilih begin install



Setelah selesai, langsung exit saja.

Kemudian masuk ke KDE Start Menu | Crossover | Configuration


Pilih Configure CrossOver for the root user only. Lalu klik Next.




Pindah ke tab Manage Bottles



Klik tanda +, kemudian setelah itu akan muncul form baru,




isi Bottle name sesuai dengan yang anda mau, misalnya diisi dengan counterstrike, setelah selesai klik Ok. Tunggu sebentar kemudian exit.



Kemudian masuk ke KDE Start Menu | Crossover | Run a Windows Command

kemudian cari file hl.exe, dalam direktori drive yang ada di windows. Sebagai contoh jika di mesin linux penulis letak hl.exe ada pada direktori /win-data/My Software/Counter Strike/hl.exe




Anda dapat dengan mudah menjalankan counter strike dengan mengklik button Create Shortcut, akan ada sebuah icon baru yang dihasilkan oleh button Create Shortcut tersebut.




Langsung saja klik Run. Jreng jreng jreng ...




Anda dapat menjalankan game lain yang mengasyikan, tentunya dengan fasilitas crossover linux. Selamat Mencoba.

Minggu, 22 November 2009

Can I Run DOS Programs Under Linux?

DOSemu (DOS Emulator) is a program that lets you run many of your favorite DOS applications under Linux. The name is a little bit misleading--it doesn't actually emulate DOS; it boots DOS to a using the special hardware features in Intel 80386 and higher CPUs.

A DOSemu session looks and acts like a real DOS session, with a few limitations on what can be done. Not all video and sound cards are supported under DOSemu, and some programs that require DPMI (DOS Protected-Mode Interface) will not run. The most notable examples are Windows-based programs, although some people do report being able to run some under DOSemu.
Setting Up DOSemu

Setting up DOSemu is not hard, but it does require a few steps to get a fully functioning DOS session up and running. Because the software is being actively developed and improved, I strongly recommend that you get the latest version available from the DOSemu Web site at http://www.dosemu.org. After downloading the RPM file for DOSemu, issue this command while logged in as root:

rpm -i dosemu-0.98.6-1.i386.rpm
Configuring DOSemu

The package is now installed, but we need to tweak the DOSemu configuration file before using it. Edit the /etc/dosemu.conf file and modify the $_hdimage entry so that it reads as follows:

$_hdimage = "hdimage.test /dev/hda1"

The hdimage.test file resides in your /var/lib/dosemu directory and is a hard disk image--a special Linux file that contains a complete DOS system. The line you just modifed tells DOSemu to treat the hdimage.test file as the C drive when DOSemu is started. This C drive is not your beloved DOS partition; it's a simulated bootable hard-disk partition containing the FreeDOS operating system¾a freeware clone of MS-DOS. The /dev/hda1 portion of the modified line tells DOSemu to treat your real DOS partition as the next drive letter, or the D drive. (You can boot DOSemu directly from your real DOS partition, but we'll address that later.)

Starting a DOSemu Session

Before starting a DOSemu session, which will be accessing /dev/hda1 (your MS-DOS partition), it's very important to unmount the partition. Otherwise, the DOS virtual machine and your Linux system might be trying to write to the disk simultaneously, with potentially disastrous results. To unmount the partition, issue this command:

umount /dev/hda1

Now we're ready to fire up DOSemu. Issue the command shown here from your Linux command prompt:

dos

In a few seconds, you should see a DOS session start, and the familiar C:> prompt will appear. Voila--you're running DOS under Linux! Issue the dir command and have a look at the results. Don't panic if the listing of files is unfamiliar. Remember--what you have here is a special C drive with the FreeDOS files that DOSemu will use to boot up.

FreeDOS in a DOSemu session.

You can switch to your D drive (your DOS partition) by issuing the D: command and then change directories, view files, execute programs, and so on. Because we booted from the C drive with FreeDOS, the config.sys and autoexec.bat files from your DOS partition were not executed. This means that your normal DOS PATH variable will not be set, so you may have to use cd to get to the appropriate directory before running a program.

Exiting from DOSemu

You can exit the DOSemu session by entering the following command at your C: prompt (note that it won't work if you are at the D: prompt):

exitemu

If that doesn't work, or if your DOSemu session is frozen, log in from another virtual console and then use the ps and kill commands to find and terminate the DOSemu task. (See Chapter 3, "Living in a Shell," for details on killing an active task.)

The command "killall dosemu" will also work without having to do a ps.SmoogeIt's a good idea to copy the exitemu.com file from the C drive to the D drive so you can exit from DOSemu cleanly if you later decide to run DOSemu directly from your "real" DOS partition. To do so, enter this command from the C: prompt:

copy C:\exitemu D:\

Starting DOSemu with "Real" DOS

If any of your DOS programs don't run correctly as a result of finding themselves on a D drive instead of a C drive, you can start a DOSemu session by booting your "real" DOS partition. To do so, edit the /etc/dosemu.conf file and modify the $_hdimage entry so that it reads like this:

$_hdimage = "/dev/hda1"

This tells DOSemu to treat your DOS partition as the C drive and to boot the MS-DOS operating system instead of FreeDOS. Upon restarting DOSemu, MS-DOS will try to start Windows 95/98, if you have it installed. This will surely lock up your machine, because DOSemu does not support Microsoft Windows. To avoid this problem, press the F8 key as soon as the message "Starting MS-DOS" appears and then select option 6, Command Prompt Only, to boot MS-DOS without starting Windows.

Additional DOSemu Configuration

By default, DOSemu starts with text-only video support and no support for serial ports. So if you want to run any graphics programs or use the mouse or modem, exit DOSemu and continue.

To enable support for graphics or the mouse or modem, edit the /etc/dosemu.conf file as described here. I recommend that you configure only the features you really need. Take these steps one at a time and test each new feature separately by starting DOSemu. That way, if a problem arises, you'll know which feature caused it, and you can go back to the /etc/dosemu.conf file and disable it or try an alternative.

Setting Up VGA Graphics

Look for the $_graphics and $_videoportaccess entries and change them to read as follows:

$_graphics = (1)
$_videoportaccess = (1)

Start DOSemu and test your graphics program. If it doesn't work, see the copious comments in the /etc/dosemu.conf file or at the DOSemu Web site for other things to try.

Setting Up Mouse Support

Look for the $_com1, $mouse, and $mouse_dev entries and change them as follows:

$_com1 = "/dev/mouse"
$_mouse = "microsoft"
$_mouse_dev = "/dev/mouse"

If your mouse is not on COM1, select the $comX entry corresponding to your mouse port. Set the $_mouse value according to the type of mouse you have. Most systems use a Microsoft mouse, but this value can be microsoft, mousesystems, logitech, mmseries, mouseman, hitachi, busmouse, or ps2. Start DOSemu and test your mouse application. Again, if you have problems getting the mouse to work, refer to the /etc/dosemu.conf file or the DOSemu Web site¾http://www.dosemu.org/.

Setting Up Modem Support

Look for the $_com2 entry and change it to read as follows:

$_com2 = "/dev/modem"

If your modem is not on COM2, select the $comX entry corresponding to your modem port. Start DOSemu and test your modem application.

Accessing DOS Partitions

Many people running Linux have a DOS partition on their hard drive. You can read, write, and manipulate your DOS files just as if they were native Linux files by mounting the DOS partition.

When you mount the DOS partition, it becomes just another directory under the root of your Linux file system, and you can treat it like any other Linux directory. When you move a Linux file to the DOS partition (or vice versa), Linux figures out whether the file is plain text or binary data and performs any appropriate conversions behind the scenes. And it's pretty cool to use find, grep, and other Linux commands on your DOS files.

Before you perform the mount, you have to create a new directory in the root of your Linux file system. You can call this directory whatever you like, but I recommend /dos for simplicity. Create the directory with this command (you must be logged in as root):

$ mkdir /dos

Now we're ready to mount the DOS partition on top of the /dos directory. Here's the command to use:

$ mount -t msdos /dev/hda1 /dos



Translated into English, this tells Linux to mount the file system of type MSDOS (-t msdos) found on the first partition of the first hard drive (/dev/hda1) on top of the /dos directory. If your DOS partition uses the newer FAT32 filesystem, you may need to replace -t msdos with -t vfat in the mount command.

If you have a SCSI hard drive, you should use /dev/sda1 instead of /dev/hda1 in the preceding example. If you have a second hard drive on your system with a DOS partition, reference it as /dev/hdb1. (See Chapter 1, "Installing Linux on Your PC," for more information on hard drives, devices, and partitions.)

Okay, your DOS partition is mounted--now have a look around. If you issue the ls /dos command, you'll see the same list of files that would result from a dir C: command under DOS. You can use cd to see other directories under /dos and use any Linux command to slice and dice your DOS files.

It's great to have the ability to copy files back and forth between Linux and DOS, but you can also do some clever things if you think creatively. I find it particularly helpful to use the ln (link) command to share my Netscape bookmarks file between Linux and DOS, like this:

ln -s /dos/netscape/bookmark.htm $HOME/.netscape/bookmarks

By linking these files together, I need to manage just one bookmark file. Of course, this trick works only if both the DOS and Linux versions of a product use the same format for the files being shared.

If you want your DOS partition to mount each time you boot Linux, add the line shown here to the /etc/fstab file:

/dev/hda1 /dos msdos umask=022

When Linux boots up, it looks in the /etc/fstab file and mounts all the file systems specified there, so you won't have to issue the mount command manually to access your DOS partition. The line you just added to /etc/fstab has the same effect as the mount command shown earlier. The same caveat about FAT32 filesystems applies here, so you may need to replace msdos with vfat in the previous example.

Accesing DOS files

Do you need to list the files on a DOS-formatted floppy disk while running Linux? Do you need to copy a file from a DOS disk to your Linux file system, or vice versa? You can use the MTOOLS commands to do these and lots of other DOS-like things with Linux.

The MTOOLS package is a set of Linux commands that mimic the DOS commands DIR, COPY, TYPE, DEL, RENAME, and a few others. They're called the MTOOLS because they all start with the letter m, and they work much like their DOS counterparts.

Here's a list of the MTOOLS commands and what they do:

matttrib Modify the attributes of a file.
mcd Change the current directory.
mcopy Copy a file.
mdel Delete a file.
mdir List the files in the directory.
mformat Format a disk.
mlabel Change the disk label.
mmd Make a new directory.
mrd Remove a directory.
mren Rename a file.
mtype Display the contents of a file.

Okay, pop a DOS disk in the machine and let's try some examples.

Here we see the mdir command in action, listing the files on a disk:

$ mdir A:
Volume in drive A has no label
Volume Serial Number is 1205-1049
Directory of A:\

COMMAND COM 54,645 05-31-94 6:22a
FORMAT COM 22,974 05-31-94 6:22a
SYS COM 9,432 05-31-94 6:22a
MOUSE COM 28,949 04-02-93 4:39p
EDIT COM 413 05-31-94 6:22a
FDISK EXE 29,336 01-01-97 12:39a
6 file(s) 145,749 bytes
1,311,915 bytes free

Now let's copy a file from Linux to the disk, and vice versa:

$ mcopy A:pandavu.tgz /tmp
$ mcopy /tmp/kornmeal.txt A:

The mcopy command figures out in which direction to perform the file transfer by looking for the A: in either the source or the target file name. If you have two floppy drives, you can use B: when referring to the second floppy drive.

Here's an example showing the use of the mdel command to delete a file on the disk:

$ mdel mouse.com

Note that we didn't prefix the name of the file to be deleted with A: this time. All of the MTOOLS commands (except mcopy) assume that you're working with the A drive, so you can omit the A: if you like, but I recommend that you don't, just for safety's sake.

Operating system

My brother Tom and I are both into computers. We're computer programmers by trade, but I'm quick to point out that we produce very different kinds of software. The difference, as I like to explain it, is this: I write software for people (application software), and Tom writes software for computers (operating system software).

We commonly think of the CPU as the brain of a computer, but in reality, it can't do much besides crunch numbers and move data around in the computer's memory. The job of the operating system (OS) is twofold:

To work with computer hardware to process user requests by
interpreting keystrokes from the keyboard,
displaying text and images on the screen,
storing files on the hard disk,
sending documents to a printer,
communicating over a modem.
To manage the application software's use of memory (RAM) and processor time.
If you've used a multitasking environment like Windows or a multiuser mainframe system, you've seen the concept of "time-slicing" in action. While your computer has only one CPU, which can do only one thing at a time, the OS can make it seem like several people or programs are using the CPU simultaneously. Similarly, even though the real memory (RAM) is shared by all running applications, the OS can make it seem like you have it all at your disposal, all the time, by sharing it between applications--using a technique called paging.

The OS time-slices by giving one user or application exclusive use of the hardware for a brief instant, and then doing the same for the next user or application. On systems with adequate horsepower, this approach works so that you never even know about that little game of round-robin going on behind the scenes. On a wimpy computer or a mainframe with too many users, it's toe-tappin' time for everybody.

History of unix

Since AT&T was not allowed to sell computer software at the time, it gave away UNIX (complete with source code) to any educational institution. AT&T produced new versions of UNIX called System III and System V in the early 1980s, but all the while, geeks at the University of California at Berkeley and other places were busy hacking away on their own versions of Unix based on the AT&T code. Some cross-pollination did occur, but there are still significant differences between the Berkeley (commonly called BSD Unix) and AT&T flavors. In the early 1990s, AT&T sold UNIX to Novell, which was bought by Digital Equipment Corporation, which sold it to SCO (Santa Cruz Operation), which markets it as UNIXWare.
Today, there are now lots of Unix variants sold or given away by many different companies and universities. While these various flavors can make it difficult to write portable software, efforts to standardize Unix (two of the more notable ones being POSIX and COSE) offer hope for greater compatibility in the future.

Like any operating system, Unix has some cryptic commands and less-than-intuitive aspects. (Three of the most important Unix commands have the peculiar names cat, grep, and awk .) Either serious hallucinogens or a warped sense of humor came into play at some point in the creation of Unix. I don't let this bother me, though, taking comfort in my favorite platitude: "Unix was written by geeks on drugs." Seriously, though, Unix is really no more difficult to learn than DOS or Windows--it's just different.

What Is Linux?

Can Linux Replace Windows?

Until recently, running Unix meant investing in a powerful workstation that cost megabucks. Linux changes all that, because it's a complete version of the Unix operating system (software that controls the basic functions of the personal computer) that runs on ordinary personal computers. The added fact that it's freely available and "open source" makes it all the more attractive.

Linux is perfect for people who want to operate their own low-cost Internet servers, and it's robust enough to satisfy the needs of many Internet service providers. Linux is a multiuser and multitasking environment, and it can access huge amounts of me mory (gigabytes) and huge amounts of disk storage space (terabytes). Linux offers virtually everything that Windows has been promising for years and may not deliver in a truly stable form for some time to come.
Don't make the mistake of assuming that Linux is some kind of watered-down or underpowered Unix for the masses. Linux is Unix. POSIX certification (compliance with the industry standards for Unix) makes it official that Linux can do everything that a Unix system is supposed to do. The only difference is that Linux works on a personal computer, whereas other versions of Unix run on larger workstations or mainframes.

Linux is also being taken very seriously by the computer industry, with new Linux-compatible versions of popular software packages being announced every month. The Apache Web server software running on Linux platforms powers about half of all Web sites today. Even more telling, Microsoft considers Linux a major threat to its Windows empire.

What Is Linux?

In the early 90s, a geek named Linus Torvalds at the University of Helsinki in Finland thought it would be fun to write a Unix kernel from scratch. He called it Linux, and it was cool but pretty much useless without all the utility programs needed to make it a complete operating system. At the same time, Richard Stallman and his pals at the Free Software Foundation were writing a bunch of freeware Unix utilities collectively known as the GNU Project. It was cool but pretty much useless without a kernel to make it a complete operating system. Fortunately, the two parties decided to collaborate.
News of Linux spread quickly over the Internet, and many other Unix programmers joined the effort to enhance it. What we now know as Linux is a combination of Torvald's Linux kernel, the GNU Project software, and some other nifty software bit and pieces developed by programmers from all around the world.

Today Linux is a complete and reliable implementation of the Unix operating system, with the following notable features:

32-bit operation (it uses all the speed and power of your CPU, unlike 16-bit DOS systems)
Virtual memory (it can use all of your system's RAM; there's no 640K memory limit)
Full support for X Windows (Unix's standard graphical user interface)
TCP/IP networking support (allowing connection to the Internet)
GNU software support (including a huge amount of free Unix software from the GNU Project)
Note: GNU is one of those recursive acronyms that computer scientists love; it stands for GNU's Not Unix. The GNU Project is an effort sponsored by the Free Software Foundation to provide freely available Unix software. See http://www.gnu.org for related information.

Linux was written totally from scratch without using any of the original AT&T UNIX code. (Throughout this site, UNIX refers to the original trademarked UNIX project invented by AT&T. The term Unix is used here as a generic term for other variants of the operating system.)

Because of that (and because the author is a nice guy), Linux is free. You can obtain the source code, modify, sell or give away the software so long as you provide full source code and don't impose any restrictions on what others do with it.

Senin, 09 November 2009

LinuxConf di RedHat

LinuxConf di RedHat

Sebagaimana SuSE dengan YaST, RedHat memiliki program bantu yang lebih kompleks dan komprehensif, yakni LinuxConf. Selain dijalankan di basis teks, LinuxConf dapat dijalankan di bawah X (tampilan grafis) untuk memudahkan pengguna. Dengan Window Manager Gnome, Anda dapat mengaktifkan LinuxConf lewat panel Gnome - System - linuxconf. Jalankan X server lewat user root.

Catatan :

Situs Resmi LinuxConf adalah http://www.solucorp.qc.ca/linuxconf. Jika Anda tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang LinuxConf, dapat mengikuti mailing list yang informasinya dapat diperoleh di http://www.solucorp.qc.ca/linuxconf/mailinglist.html.

Guna menjalankan LinuxConf di konsol, dengan user root cukup ketikkan :

# linuxconf

Secara umum, LinuxConf (Versi 1.16 pada RedHat 6.2) menawarkan pilihan dalam mengkonfigurasikan Linux dengan struktur sebagai berikut :

1. Config

1. Networking

1. Client Tasks

Konfigurasi standar untuk mesin, diantaranya hosts.conf, DNS (Domain Name System), NIS (Network Information Server), PPP (Point to Point Protocol, biasanya untuk koneksi ke internet) dan konfigurasi umum lainnya.

2. Server Tasks

Konfigurasi server yang dijalankan oleh Linux. Misalnya Apache, Mail Delivery system, Samba dan aplikasi server lainnya. Misc

3. Information about other hosts

Edit pemetaan nama mesin lain dalam file /etc/hosts

4. Information about other networks

Edit pemetaan jaringan dalam file /etc/networks

5. LinuxConf net access

Mengaktifkan LinuxConf untuk dapat diakses lewat browser dengan memanggilhttp://nama_mesin_linux:98

2. User Accounts

1. Normal

Mengambah, mengurangi dan mengatur user Linux.

2. Special Accounts

Menambah, mengurangi dan mengatur user khusus seperti PPP, SLIP, POP, dan VPOP (untuk mail).

3. Email aliases
4. Policies
5. File Systems
6. Miscellaneous Service

Mengatur user untuk layanan lainnya.

7. Boot mode

Mengatur default init yang dijalankan saat Linux dijalankan.

2. Control

1. Control Panel

1. Activate Configuration

Mengaktifkan LinuxConf yang telah diperbarui

2. Shutdown/Reboot

Pilihan untuk mematikan atau reboot komputer.

3. Control Service Activity

Mengatur layanan yang dijalankan lewat inetd.

4. Mount/Umount

Mengatur mounting partisi dan divais lain (CD-ROM, disket, tape drive).

2. Control Files and systems

Mengatur, menambah dan mengurangi program user dan server yang bisa dikonfigurasikan lewat LinuxConf. Biasanya setiap program server langsung ditambahkan dalam menu LinuxConf.

3. Logs
4. Date/times
5. Features

YaST di SuSE

YaST di SuSE

SuSE memiliki program bantu untuk mengkonfigurasikan Linux dengan menu interaktif yang mudah dimengerti yakni yast (Yet another Setup Tool). Untuk menjalankannya, cukup ketikkan yast dengan user root.

# yast

Segera akan muncul kotak dialog YaST v.1.01. Program bantu ini perlu disampaikan di awal bahasan, sebab untuk sebagian besar bab ini, dikonfigurasikan dengan mengacu program bantu. YaST mempunyai struktur menu konfigurasi :

1. General help for installation

File help yang berisi tentang tombol-tombol yang dipergunakan untuk navigasi YaST.

2. Adjustments of installation Bagian untuk instalasi atau update instalasi.

1. Select Language
2. Select Keymap
3. Select Installation Medium
4. Configure harddisk partitions
5. Set target partitions/filesystems
6. Installation to a directory
3. Choose/Install packages

Penambahan atau pengurangan (uninstall) paket aplikasi.

4. Update system

Pengecekan terhadap perubahan program-program lain serta sistem yang terpengaruh dengan instalasi program yang baru.

5. System Administration

Konfigurasi sistem, termasuk hardware, network dan user. Bagian ini terdiri dari :

1. Integrate hardware into system

1. Mouse configuration
2. Modem
3. CD-ROM
4. Configure printers
5. Configure ISDN hardware
6. Configure your scanner
7. Configure networking device
2. Kernel and boot configuration

1. Select boot kernel
2. Create a boot disk
3. Create a rescue disk
4. LILO Configuration
3. Network configuration
4. Network base configuration

1. Change hostname
2. Configure network services
3. Configure name server
4. Configure YP Client
5. DHCP client
6. Configure sendmail
7. Configure ISDN parameters
8. Configure a PPP network
9. Administer remote printers
10. Connect to printer via Samba
11. Connect to printer via novell network
5. Login configuration

1. Settings of SuSE WM
2. User Administration
3. Group Administration
4. Create backups
5. Set the console font
6. Set Time Zone
6. Configure XFREE86 (tm)
7. Configure GPM
8. Security Settings
9. Change Configuration file

6. Show README file for installation media

7. CopyRight

8. Exit YaST

Direktori Standar

Direktori Standar

Berikut susunan direktori standar yang ada pada Slackware (dan Linux secara umum).

1. /

Direktori root, yang menampung seluruh file yang ada dalam Linux. Pada direktori root biasanya tidak menampung file, kecuali image dari kernel (vmlinuz).

2. /bin

Berisi file yang dapat dieksekusi/dijalankan (file dengan ekstension exe pada DOS/Windows).

3. /boot

Direktori berisi file yang dieksekusi saat Linux booting.

4. /dev

Linux memperlakukan semua sebagai file. Direktori ini merupakan file dari hardware komputer Anda. Misal floppy disk menjadi file /dev/fd0, CD ROM menjadi /dev/hdb bahkan hingga memory. Yang cukup terkenal adalah /dev/null, semua file yang dikopi kesini akan dibuang.

5. /etc

Berisi file-file konfigurasi Linux. Biasanya berbentuk file text dan dapat diedit dengan mudah.

6. /home

Berisi direktori dari masing-masing user.

7. /lib

Berisi kumpulan library yang diperlukan oleh program di root direktori. (file DLL pada sistem operasi Windows).

8. /lost+found
9. /mnt

Direktori tempat mounting divais Anda. Misalnya /dev/fd0 (disket) akan dimount ke /mnt/floppy, /dev/hda1 (partisi DOS) dimount ke /mnt/dos. Secara default direktori ini kosong, dan Anda harus membuat direktori sendiri sebagai mount point-nya.

10. /proc

Sistem file semu yang ditulis di atas memory. Digunakan untuk menginformasikan sistem (biasanya tentang proses yang sedang berjalan).

11. /root

Direktori home bagi root /sbin File eksekusi yang dijalankan oleh sistem atau root.

12. /tmp

Berisi file-file sementara

13. /usr

Berisi file dan program yang berorientasi pada user. Hampir semua program yang disertakan dalam distribusi diinstal di sini.

14. /var

Berisi data yang berubah pada saat Linux berjalan. Data ini biasanya hanya spesifik pada satu komputer, dan tidak dibagi dengan komputer lain dalam jaringan.

Booting

Booting

Pada saat komputer dinyalakan, bios akan mengecek integritas hardware mesin Anda. Jika semua berjalan dengan baik, bios akan membaca sektor pertama dari disk yang ada. Biasanya dengan urutan floppy kemudian hardisk. Hal ini tergantung dari seting bios komputer. Jika floppy tidak ditemukan, proses dilanjutkan dengan membaca sektor pertama dari hardisk. Sektor ini disebut sebagai boot sector atau MBR (Master Boot Record).

Boot sektor berisi satu program kecil yang akan membaca sistem operasi pada hardisk dan menjalankannya pada memori. LILO merupakan program yang sering digunakan untuk memanggil Linux, dan biasanya terletak di boot sector. Saat dijalankan, LILO akan membaca tabel partisi yang telah ditentukan dalam konfigurasi sebelumnya (LILO dapat diatur sendiri dengan mengedit file /etc/lilo.conf). Setelah menemukan partisi yang diset aktif, LILO akan memanggil kernel untuk dijalankan pada memory.

Pada saat menemukan image kernel Linux, yang sebenarnya terjadi adalah :

1. Kernel diinstal dalam bentuk terkompress. Proses yang pertama kali dilakukan adalah unkompress kernel. Ini dijalankan oleh program kecil yang terletak di awal kernel.
2. Kemudian kernel akan mencoba mengenali semua hardware yang Anda miliki. Semua proses itu biasanya tergambar dalam monitor. Berikut contoh outputnya :

Linux version 2.2.6 (root@zap) (gcc version 2.7.2.3) #14 Tue Apr27 15:06:58 CDT 1999

Detected 266320422 Hz processor.

Console: colour VGA+ 80x25

Calibrating delay loop... 265.42 BogoMIPS

Memory: 127752k/131072k available (1280k kernel code, 408k reserved, 1576k data, 56k init)

VFS: Diskquotas version dquot_6.4.0 initialized

CPU: Intel Pentium II (Klamath) stepping 04 Checking 386/387 coupling... OK, FPU using exception 16 error reporting.

Checking 'hlt' instruction... OK.

Checking for popad bug... OK.

POSIX conformance testing by UNIFIX

mtrr: v1.26 (19981001) Richard Gooch (rgooch@atnf.csiro.au)

PCI: PCI BIOS revision 2.10 entry at 0xf6930

PCI: Using configuration type 1

PCI: Probing PCI hardware

PCI: 00:00 [8086/1237]: Passive release enable (00)

Linux NET4.0 for Linux 2.2

Based upon Swansea University Computer Society NET3.039

NET4: Unix domain sockets 1.0 for Linux NET4.0.

NET4: Linux TCP/IP 1.0 for NET4.0

IP Protocols: ICMP, UDP, TCP, IGMP

Initializing RT netlink socket Starting kswapd v 1.5

Detected PS/2 Mouse Port. Serial driver version 4.27 with HUB-6 MANY_PORTS MULTIPORT SHARE_IRQ enabled

ttyS00 at 0x03f8 (irq = 4) is a 16550A

ttyS01 at 0x02f8 (irq = 3) is a 16550A

Real Time Clock Driver v1.09

RAM disk driver initialized: 16 RAM disks of 4096K size

loop: registered device at major 7

PIIX3: IDE controller on PCI bus 00 dev 21

PIIX3: not 100% native mode: will probe irqs later

ide0: BM-DMA at 0x0500-0x0507, BIOS settings: hda:pio, hdb:pio

ide1: BM-DMA at 0x0508-0x050f, BIOS settings: hdc:DMA, hdd:pio

hdc: HITACHI CDR-8330, ATAPI CDROM drive

ide1 at 0x170-0x177,0x376 on irq 15

hdc: ATAPI 24X CD-ROM drive, 128kB Cache

Uniform CDROM driver Revision: 2.54

Floppy drive(s): fd0 is 1.44M FDC 0 is a National Semiconductor PC87306

md driver 0.36.6 MAX_MD_DEV=4, MAX_REAL=8

linear personality registered

raid0 personality registered

(scsi0) found at PCI 7/0

(scsi0) Narrow Channel, SCSI ID=7, 3/255 SCBs

(scsi0) Warning - detected auto-termination

(scsi0) Please verify driver detected settings are correct.

(scsi0) If not, then please properly set the device termination

(scsi0) in the Adaptec SCSI BIOS by hitting CTRL-A when prompted

(scsi0) during machine bootup.

(scsi0) Cables present (Int-50 YES, Ext-50 NO)

(scsi0) Downloading sequencer code... 419 instructions downloaded

scsi0 : Adaptec AHA274x/284x/294x (EISA/VLB/PCI-Fast SCSI) 5.1.10/3.2.4



scsi : 1 host.

Vendor: HP Model: 4.26GB A 50-S65A Rev: S65A

Type: Direct-Access ANSI SCSI revision: 02

Detected scsi disk sda at scsi0, channel 0, id 0, lun 0
scsi : detected 1 SCSI disk total.

(scsi0:0:0:0) Synchronous at 20.0 Mbyte/sec, offset 15.

SCSI device sda: hdwr sector= 512 bytes. Sectors= 8330543 [4067 MB] [4.1 GB]

Partition check:

sda: sda1 sda2 sda3 sda4 < sda5 sda6 >

3. Kemudian kernel akan mengaitkan (mounting) sistem file root (root file system), biasanya dengan status read only. Hal ini untuk memudahkan pengecekan terhadap integritas dari sistem file yang dilakukan oleh program fsck. Jika proses mounting gagal, maka akan muncul pesan kernel panic.
4. Proses selanjutnya adalah memuat modul-modul yang diperlukan untuk mengenali hardware yang tidak didukung oleh kernel. Proses ini dijalankan dengan membaca file /etc/rc.d/rc.modules atau /etc/conf.modules. Modul dapat diibaratkan sebagai driver untuk hardware yang tidak didukung oleh kernel. Hal ini biasanya terjadi karena saat kompilasi kernel, modul hardware tersebut tidak dimasukkan ke dalam kernel. Jika Anda sudah mengkompilasi kernel sesuai dengan kebutuhan hardware Anda sendiri, maka modul tidak perlu dijalankan karena sudah menyatu di dalam kernel.

Catatan :

Inisialisasi dari semua proses yang dijalankan kernel biasanya bersumber pada skrip yang semuanya terletak pada direktori /etc/rc.d. Direktori ini standar dipergunakan di tiap distribusi, hanya saja skrip-skrip yang berada di dalamnya berbeda tergantung jenis init system-nya.

5. Selanjutya, kernel akan menjalankan program init, yang terletak di/sbin/init. Ada beberapa level init yang dijalankan secara default. Anda dapat mengaturnya dengan mengedit file /etc/inittab.

Berikut level init default yang dijalankan di masing-masing distribusi :


Table: Init Level Slackware
Run Level Keterangan
0 Mematikan komputer (halt)
1 Modus user tunggal. Biasanya dipergunakan root untuk administrasi sistem
2 Tidak dipergunakan (tapi dikonfigurasikan sama dengan level 3)
3 Modus multi user (default yang dijalankan Slackware saat booting)
4 X11 dengan xdm, inisialisasi dengan tampilang grafis (GUI)
5 Tidak dipergunakan (tapi dikonfigurasikan sama dengan level 3)
6 Reboot





Table: Init Level SuSE
Run Level Keterangan
0 Mematikan komputer (halt)
S Modus user tunggal. Biasa dipakai root untuk administrasi sistem
1 Multi user tanpa network
2 Multi user dengan network
3 X11 dengan xdm, inisialisasi denga tampilang grafis
6 Reboot





Table: Init Level RedHat
Run Level Keterangan
0 Mematikan komputer (halt)
1 Modus user tunggal, biasa dipergunakan untuk administrasi sistem
2 Multi user tanpa NFS
3 Multi user penuh (default yang dijalankan RedHat)
4 Tidak dipergunakan
5 X11, inisialisasi tampilan grafis
6 Reboot







Dalam hal ini, init dijalankan dengan run level 3 (multi user).

* Dengan memasuki run level 3, init menjalankan beberapa daemon. Daemon adalah program yang berjalan bersamaan dengan sistem, biasanya di belakang layar. Daemon dapat berjalan dengan baik meskipun tanpa campur tangan pengguna. Daemon akan memberikan reaksi tertentu jika ada permintaan. Contoh, http daemon, samba daemon, mail daemon.
* Selesai menjalankan beberapa daemon, init akan memanggil getty, untuk memulai virtual console dan line serial. Dengan demikian, pengguna sudah dapat login ke mesin Linux, dan bekerja secara normal.

Konfigurasi Sistem

Konfigurasi Sistem

Bab ini membahas bagaimana mengkonfigurasi beberapa setting pada Linux secara umum. Bahasan utama mempergunakan distribusi Slackware, dengan tambahan catatan pada distribusi SuSE dan RedHat untuk seting mempergunakan program bantu. Pilihan Slackware sebagai bahasan utama dilatarbelakangi oleh sebab bahwa seting di Slackware sebagian besar manual (tidak memiliki program bantu) sehingga bisa diterapkan pada Linux semua distribusi. Penambahan informasi dengan program bantu, pada prinsipnya hanya mempermudah dalam konfigurasi, namun mempunyai keterbatasan hanya berlaku di satu distribusi saja.

Konfigurasi dasar yang disampaikan di bab ini cukup untuk membuat Linux dapat dimanfaatkan sebagai server ataupun workstation pada jaringan. Pertama adalah review apa yang sebetulnya terjadi pada Linux saat komputer booting.

Ringkasan

Ringkasan

Pada bab ini, telah dipelajari bersama bagaimana instalasi Linux (khusus tiga distribusi). Distribusi Slackware memberikan pilihan yang cukup beragam untuk metode instalasinya. Selain metode standar di atas, Anda dapat pula menginstal Slackware dengan disket. Pada direktori slakware, cukup dijalankan skrip makeflop, untuk menyalin paket aplikasi ke dalam disket. Semua kernel yang ditawarkan Slackware disini, merupakan kernel standar, dibuat dengan menyesuaikan perangkat keras. Jika nantinya Anda sudah terbiasa dengan Linux, Anda perlu mengkompilasi ulang kernel disesuaikan dengan kebutuhan dan perangkat keras yang Anda miliki. Hal demikian akan membantu kinerja mesin Linux dalam melayani pengguna.

Distribusi SuSE memberikan modus instalasi yang cukup kompleks. Konfigurasi standar pada saat instalasi sudah menyentuh beberapa program (misalnya sendmail), sehingga begitu SuSE dijalankan dapat langsung menjalankan layanannya dengan baik. Sedangkan RedHat yang sudah mulai menggunakan tampilan grafis, memberikan kemudahan bagi pengguna. Pilihan model instalasi yang mencakup wokstation, Server, atau Custom membuat pendatang baru akan lebih mudah dalam menjatuhkan pilihan tanpa perlu memilih paket-paket program yang relatif belum dikenal. Kemampuan dalam memberikan pilihan secara bebas bagi pengguna tingkat lanjut pun masih diwakili dengan pilihan Custom.

Upgrade program dari tiap distribusi (misalnya dari Slackware 4.0 ke Slackware 7.0), pada prinsipnya tidak diperlukan. Yang perlu dijalankan hanyalah upgrade dari kernel yang Anda punyai. Semakin baru kernel Anda, semakin banyak fitur yang ditawarkan.

Loadlin

Loadlin

Selain menambahkan entri pada boot loader, Anda bisa menjalankan Linux lewat loadlin (load Linux). Pada distribusi Slackware, Anda bisa peroleh di diskset a8.

Loadlin adalah program yang menjalankan kernel Linux lewat DOS prompt. Paket Loadlin (loadlin.tgz) setelah diekstrak pada direktori Windows, biasanya terdiri atas :

readme.1st file

readme

loadlin.exe

Loader

copying GPL dari Free Software Foundation

test.par contoh file parameter

linux.bat contoh file batch

initrd.tgz contoh yang sangat sederhana initrd (/linuxrc)

doc

doc/changes sejarah LOADLIN

doc/quicksta.rt manual

doc/params.doc penjelasan parameter perintah Linux

doc/announce.txt porting saat mengumumkan bzImage+initrd

doc/initrd.txt penjelasan initrd (sebagaimana linux/Documentation/*)

doc/lodlin16.lsm

src sumber

src/loadlin.asm

rc/loadlin.asm

src/loadlini.asm

src/loadlinj.asm

src/loadlinm.asm

src/makefile makefile untuk TASM

src/pgadjust.asm bagian 32-bit dari Loadlin, yang dihasilkan oleh /srclinux.tgz

src/srclinux.tgz sumber 32-bit (harus dikompilasi di Linux)

Paket loadlin tidak dibahas secara detail disini. Untuk dapat menjalankan Linux dengan Loadlin dengan cepat :

1. Pastikan Anda sudah menginstal loadlin di Windows, dan salinan dari image kernel Anda (Bzimage atau Vmlinuz). Catat pula pada partisi berapa Linux Anda berada (/dev/hdax).
2. Untuk menjalankan secara cepat, restart komputer Anda dan masuk dalam DOS Mode. Menjalankan Loadlin dari prompt di Windows tidak akan berhasil.
3. Masuk ke direktori Loadlin. Diasumsikan bahwa Linux Anda berada di /dev/hda2 dan kernel Anda sudah disalin ke dalam direktori loadlin dengan nama VmLinuz.

C:\cd loadlin

C:loadlin\> loadlin c:\loadlin/Vmlinuz root=/dev/hda2 ro

4. Untuk memudahkan Anda, buatlah sebuah batch file (misal: Linux.bat) yang berisi perintah loadlin diatas.

Boot Loader Windows NT

Boot Loader Windows NT

Dalam masa transisi, biasanya ada keengganan untuk melepaskan sistem operasi yang sudah jalan dengan baik di komputer. Linux menyediakan pemecahan dengan menginstal Windows NT dan Linux berbarengan dalam satu komputer dan memilih antar keduanya saat komputer menyala. Intinya adalah mengkonfigurasikan boot start up sehingga nanti dapat memilih antara Linux atau NT. Sebelumnya, ketahui dulu tips dalam menginstal dua sistem operasi ini, berdasarkan Linux-NT Loader Mini HOW-TO v1.11:

1. Usahakan untuk menginstal Windows NT lebih dahulu. Jika Anda menggunakan format NTFS, perlu diingat bahwa saat buku ini ditulis, Linux hanya mampu membacanya (read-only). Maksudnya adalah jika nanti Anda masuk lingkungan Linux dan akan mengakses file-file yang berada di partisi windows NT dengan sistem file NTFS, Anda hanya dapat membacanya.
2. Tidak disarankan utuk membuat partisi sistem file Linux dan swap lewat Disk Administrator yang ada di NT. Gunakan fdisk dari Linux.

3. Saat pertama instalasi Linux, boot dari disket. Partisi NTFS biasanya dikenal sebagai hpfs. Anda bisa kompilasi ulang kernel nantinya, agar partisi NTFS dapat dikenal sebagai NTFS dan dapat diakses meskipun hanya bisa membacanya.

4. Saat konfigurasi LILO (Linux Loader), gunakan partisi Linux Anda untuk booting. Jangan gunakan Master Boot Record terlebih dahulu karena sudah dimiliki oleh NT. Misalnya, Linux Anda instal di partisi kedua primary, maka dalam lilo.conf Anda harus masukkan parameter : Boot=/dev/hda2. Atau jika Anda instal Linux di partisi extended, entri pada /etc/lilo.conf Boot=/dev/hda5 (atau 6,7, dan seterusnya). Jika Anda boot ulang komputer, maka seharusnya NT Loader dapat berjalan sebagaimana biasa. Namun jika saat boot ulang yang muncul adalah LILO, dipastikan Anda instal LILO dalamMaster Boot Record. Anda perlu mengkonfigurasikan ulang LiLO Anda sehingga boot sector-nya diletakkan di sektor pertama dari partisi Linux.

Windows NT memiliki program kecil, sebut saja boot loader yang diletakkan di Master Boot Record. Boot loader ini membaca file boot.ini yang terletak di c:\ atau direktori root dari partisi yang diset aktif. Berikut contoh boot.ini di c:\

[boot loader]

timeout=30

default=multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(1)\WINNT [operating systems]

multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(1)\WINNT="Windows NT Server"

multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(1)\WINNT="Windows NT Serve[vga mode]"

Atribut file tersebut adalah system, dan read-only. Keterangan entri pada boot loader tersebut :

* Timeout sebelum pengguna memilih salah satu menu adalah 30 detik
* Default kursornya berada pada entri multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(1)\WINNT

* Dibawah sub bagian [operating systems] adalah pilihan sistem operasi yang akan diboot.

Untuk menambahkan kernel Linux Anda pada boot loader sehingga dapat memasukkan menu Linux dalam pilihannya, Anda harus menyalin kernel Anda ke partisi /drive Windows NT. Caranya:

1. Masuk ke lingkungan Linux. Siapkan disket jika perlu.
2. Dengan asumsi Linux Anda berada pada/dev/hda2 jalankan perintah berikut dengan account root :

# dd if=/dev/hda2 of=/bootsect.lnx bs=512 count=1

3. Salin file bootsect.lnx ke dalam partisi Windows NT. Jika Anda dapat mengaitkan (mounting) partisi Windows NT di Linux Anda dapat menyalin langsung.

# cd /

# mount -t ntfs /dev/hda1 /mnt

# cp bootsect.lnx /mnt

# umount /dev/hda1

4. Atau dengan cara menyalin ke disket.

# cd /

# mount -t msDOS /dev/fd0 /mnt

# cp bootsect.lnx /mnt

# umount /dev/fd0

5. Selesai menyalin ke disket, jangan lupa untuk memindahkan ke Drive C:\ jika nanti sudah berada pada lingkungan Windows NT.
6. Boot komputer Anda. Masuk ke lingkungan Windows NT. Jalankan DOS prompt.
7. Sebelum mengedit file boot.ini hilangkan dulu atributnya.

C:\ attrib -r -s boot.ini

8. Lalu edit entri pada boot.ini guna menambahkan salinan kernel Linux Anda ke dalamnya. Edit bisa menggunakan notepad atau program edit di DOS prompt.

[boot loader]

timeout=30

default=multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(1)\WINNT [operating systems]

multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(1)\WINNT="Windows NT Server"

multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(1)\WINNT="Windows NT Server[vga mode]"

c:\bootsect.lnx="Linux"

9. Berikutnya, kembalikan lagi atribut filenya.

C:\ attrib +r +s boot.ini

10. Boot komputer Anda dan lihat perbedaannya. Sekarang Anda memiliki menu Linux untuk di jalankan.

OS Loader V4.00

Please select the operating system to start:

Windows NT Server Version 4.0

Windows NT Server Version 4.0 [VGA mode]

Linux

Instalasi Red Hat

Instalasi RedHat

Sejak Versi 6.2, RedHat sudah mulai menggunakan modus grafis untuk instalasinya. Langkah instalasi yang disampaikan berikut, mempergunakan modus teks. Hal ini berdasarkan pertimbangan bahwa dengan penguasaan modus teks akan memudahkan Anda saat menjalankan proses dengan modus grafis. Selain itu, untuk menjalankan administrasi server, perintah modus teks akan menjembatani semua distribusi.

Langkah instalasi RedHat :

1. Jika Anda berada dalam lingkungan Windows, restart Computer ke dalam DOS mode, dan lanjutkan ke langkah3.
2. Jika Anda telah menggunakan Linux sebelumnya, mount CD-ROM RedHat (atau media lain yang berisi sumber file instalasi RedHat), dan buat boot disk.

$ mount /dev/cdrom /cdrom

$ cd /cdrom/images

$ dd if=boot.img of=/dev/fd0 bs=1440k

Boot komputer Anda dengan boot disk tersebut, dan lanjutkan ke langkah 4.

3. Jika Anda berada di DOS mode, jalankan program autoboot yang berada di CD-ROM direktori Dosutils. Autoboot ini adalah file batch yang memanggil Loadlin untuk menjalankan kernel boot.

C:\> d: (di mana d adalah direktori CD-ROM )

D:\> cd dosutils

D:\dosutils> autoboot

Selain boot lewat CD-ROM, alternatif lainnya adalah lewat boot disket. Cara membuat boot disket lewat DOS :

C:\> d:

D:\> cd\dosutils

D:\dosutils> rawrite

Enter disk image source file name: ..\images\boot.img

Enter target diskette drive: a:

Please insert a formatted diskette into drive A: and press -ENTER- : Enter

D:\dosutils>

4. Setelah kernel dijalankan, init akan berjalan di level 4 untuk instalasi modus grafis. Jika Anda menginginkan modus teks, dapat ditambahkan boot=text setelah boot dengan disket dan akan memulai instalasi.

5. Layar pertama yang muncul adalah Language Selection. PilihEnglish.
6. Selanjutnya Keyboad Configuration. Masukkan parameter berdasarkan keyboard Anda, atau biarkan kosong.
7. Lalu akan beralih ke Mouse Configuration. Tentukan jenis Mouse dan port yang dipergunakan. Misalnya tipe mouse 2 button mouse (serial), Port & Device : ttyS0 atau /dev/ttyS0 (Com 1 under DOS)
8. Berikutnya akan masuk layar RedHat 6.2 System Installer. Pilihan model instalasi :

* GNOME Workstation Sebagai workstation dengan Window Manager GNOME
* KDE Workstation Sebagai workstation dengan Window Manager KDE
* Server
* Custom
Yang membedakan masing-masing pilihan tersebut adalah paket-paket program yang disertakan. RedHat telah memberikan pilihan aplikasi dengan standar yang memadai, baik sebagai workstation maupun server. Untuk fleksibilitas penuh dalam instalasi, dapat memilih custom.

Selain instal program penuh, pada bagian ini juga ditawarkan upgrade sistem. Jika anda sebelumnya telah menjalankan RedHat dan ingin mempertahankan konfigurasi yang telah dibuat, anda bisa pilih upgrade. Perlu diingat bahwa back up merupakan keharusan untuk anda yang memiliki data penting. Pada layar ini juga ada pilihan untuk menggunakan fdisk (use fdisk) untuk partisi. Jika Anda telah membaca partisi program lewat fdisk pada instalasi Slackware, Anda dapat memanfaatkannya disini.

9. Selanjutnya tentang partisi, RedHat menawarkan automatic partition dan manually partition. Pilihan Automatic Partition akan membuat data-data yang ada menjadi hilang, karena RedHat mempartisi ulang semuanya dengan model standar. Pilih manually partition.
10. Diasumsikan Anda tidak menggunakan program fdisk, maka RedHat akan menjalankan program diskdruid. Layar partisi dengan diskdruid menampilkan jumlah partisi yang ada, sisa spasi yang masih ada, serta ringkasan informasi hardisk. Menu yang ada untuk partisi adalah :

* add; untuk menambah partisi
* edit; untuk mengedit partisi yang telah dibuat
* delete; menghapus partisi tertentu
* reset; menghapus seluruh partisi
11. Pilih add untuk menambah partisi. Misalnya :

Add - Mount Point : /

Grow to fill disk :

aktifkan jika anda ingin partisi ini memanfaatkan sisa spasi yang belum dipergunakan. Biasanya diaktifkan untuk swap.

Partition type : Linux Native

Size : 850 (membuat partisi sebesar 850 Megabyte)

Add - Mount Point : (biarkan kosong)

Grow to fill disk : aktifkan

Partition type : Linux Swap

Size : 150 (membuat partisi memory swap sebesar 150 Megabyte)

12. Selesai dengan partisi, dilanjutkan dengan format partisi swap yang telah dibuat, dan mengaktifkannya untuk membantu memory dalam proses instalasi.
13. Choose partitions to format; Pilih partisi yang telah dibuat untuk diformat. Jika anda menentukan mount point lebih dari satu (misalnya: /, /usr, dan /home) di mana partisi /home sudah berisi data, maka anda dapat memilih partisi/ dan /usr saja yang diformat.
14. Selanjutnya adalah instalasi LILO (Linux Loader). Pilihannya adalah :

1. Master Boot Record (MBR)

Intal LILO di Master Boot Record, sehingga bisa langsung boot ke Linux pada saat komputer dinyalakan. Perlu diingat, jika anda melindungi MBR dengan virus protection lewat BIOS, maka akan muncul peringatan tentang virus yang mencoba menulis di MBR. Abaikan peringatan ini, atau virus protection-nya dinon-aktifkan sementara. Hal ini terjadi karena BIOS akan menganggap semua usaha untuk menulis di MBR sebagai virus.

2. First Sector of Boot partition

Instal LILO pada sektor pertama partisi root. Anda dapat menjalankan Linux Loadlin, atau boot loader lainnya seperti Boot Loader Windows NT, atau System Commander. Aktifkan create boot disk, jika anda ingin membuat disket boot. Perlu diperhatikan, jika anda memilih tipe instalasi Workstation, pilihan di atas tidak diberikan, dan RedHat secara otomatis menginstal LILO ke dalam MBR. Jika anda memilih Workstation, silakan lanjut ke langkah 16.

15. Selanjutnya adalah konfigurasi jaringan (Network Configuration). Pada divais eth0 (baca: kartu jaringan pertama), tersedia pilihan :

* Configure using DHCP; memanfaatkan DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) atau
penomoran IP terhadap host secara dinamis. Biarkan kosong kecuali anda terhubung ke DHCP server.
* Activate on boot; kartu jaringan akan diaktifkan saat booting.
* IP Address ; misalnya 192.168.100.1
* Netmask; misalnya 255.255.255.0
* Network; biarkan kosong, atau misalnya 192.168.100.254
* Broadcast; biarkan kosong, atau misalnya 192.168.100.255
* Hostname; misalnya spawn.heaven.id
* Gateway; biarkan kosong, atau misalnya 192.168.100.1. Gambaran tentang implementasi gateway bisa anda baca nanti di Bab III Konfigurasi Sistem sub bab IP Masquerade.
* Primary DNS; isikan Name Server dari ISP anda, atau biarkan kosong dulu.
16. Berikutnya konfigurasi Time Zone, dan user. Isikan password root, dan jika perlu tambahkan beberapa user untuk meminimalkan penggunaan account root. User ini dapat dipergunakan untuk login saat booting pertama kali ke RedHat.
17. Authentication Configuration, pilih MD5 Password dan Shadow Password. MD5 password memungkinkan pemberian password hingga 256 karakter. Sedangkan shadow adalah metode penyimpanan password dari file password (/etc/passwd) ke dalam file lain (/etc/shadow) yang hanya bisa dibaca oleh root. Lebih lanjut baca Bab VII tentang keamanan jaringan.
18. Selanjutnya adalah pemilihan paket program. Pilih paket program yang diperlukan. Untuk pemilihan masing masing program (Bukan berdasarkan paket), klik Select Individual Packages.
19. Configuration; mengkonfigurasikan X Window untuk aplikasi grafis. Dimulai dengan pemilihan server berdasarkan kartu VGA yang ada. Misalnya S3 3D Trio, dengan jumlah memory 8 Megabyte (8192k). Aktifkan Use Graphical Login jika nanti menginginkan langsung masuk ke modus grafis (init 5) saat booting. Skip X Configuration, jika Anda tidak membutuhkan tampilan grafis, atau anda dapat konfigurasikan X belakangan.
20. Setelah ini proses instalasi dilakukan. Ujicoba pada buku ini memakan waktu kurang lebih 10 menit. 21. Selesai instalasi, proses dilanjutkan dengan membuat bootdisk. Siapkan floppy jika anda menginginkannya, atau skip create boot disk jika anda tidak menginginkan pembuatan boot disk.
21. Instalasi selesai. Booting komputer, dan masuk ke dalam prompt Linux RedHat. Jangan lupa untuk memasukkan boot disk jika anda instal LILO di sektor pertama partisi root.

Welcome to RedHat 6.2 i686 (Zoot)

Spawn login :

Instalasi Linux Server Suse

Instalasi SuSE

SuSE dapat langsung diinstal tanpa mempergunakan disket pada komputer yang sudah memiliki sistem operasi Windows atau DOS. Untuk sistem operasi lainnya, instalasi membutuhkan disket untuk inisialisasi kernel di komputer. Sebelum memulai instalasi, pastikan Anda mempersiapkan hal-hal sebagaimana dibahas dalam tahapan pre instalasi di sub bab sebelumnya. Berikut langkah-langkah instalasi SuSE :

1. Masukkan CD-ROM SuSE
2. Jika Anda masih berada di Microsoft Windows, restart komputer ke dalam MSDOS mode.
3. Pindah ke drive dimana CD-ROM SuSE berada (misalnya D:\).
4. Saat berada di drive CD-ROM, jalankan program setup. D:\> setup

5. Pertama kali muncul adalah pilihan bahasa. Anda bisa pilih Bahasa Indonesia atau Inggris. Contoh dalam langkah instalasi berikut menggunakan pilihan Bahasa Inggris.
6. Kemudian muncul pertanyaan drive tempat CD-ROM berada. Ketikkan D:\ atau E:\ , tergantung komputer Anda.
7. Berikutnya adalah metode instalasi. Pilihan yang ada adalah :

1. CD; jika Linux sudah mendukung CD-ROM yang Anda miliki.
2. Hard disk; jika Linux sudah disalin dari CD-ROM ke hard disk.
8. Selanjutnya adalah pemilihan kernel. Kernel adalah program utama Linux, inti dari sistem operasinya. SuSE menyediakan beberapa pilihan kernel yang sudah dikompilasi sebelumnya untuk mendukung perangkat keras secara spesifik. Misalnya kernelEIDE01 untuk perangkat keras(E)IDE secara umum, atau kernelSCSI01 untuk SCSI Adapter Aic 7xxx (Adaptec 274x). Pemilihan kernel ini tergantung konfigurasi komputer masing-masing.

9. Masukkan parameter kernel. Jika Anda tidak mengetahuinya, langsung tekan enter.
10. Berikutnya SuSE akan menanyakan apakah Anda menginginkan untuk instal Loadlin sekarang? Loadlin adalah program yang dijalankan di DOS untuk menginisialisikan kernel (menjalankan Linux) lewat MSDOS. Jawab ya jika Anda belum memilikinya, dan sebaliknya.
11. Selesai proses instalasi Loadlin, kernel akan langsung dijalankan. Untuk inisialisasi kernel, secara otomatis dijalankan perintah :

LOADLIN E:/suse/images/EIDE01 root=200 rw 2 Initrd

E:/suse/images/initdisk.gz lang=english

Jika Anda pelajari instalasi Slackware pada bagian sebelumnya, maka disini ditemukan metode yang serupa. Perintah pertama meminta loadlin untuk menjalankan kernelEIDE01, yang terletak di direktori E:/suse/images, dan status read write. Perintah kedua meminta initrd untuk menjalankan initdisk.gz dengan Bahasa Inggris (tergantung pilihan bahasa sebelumnya) setelah kernel berhasil diinisialisasi. Pada instalasi Slackware, tugas ini dijalankan oleh disk boot dan disk root. Perintah diatas mengeluarkan pesan di monitor:

Load Linux now!

12. Dari perintah kedua, initrd akan menjalankan Linuxrc (Versi 0.91) ke dalam komputer Anda. Pertama kali Anda harus memilih monitor. Anda dapat memilih monitor monokrom (hitam putih) atau warna. Berikut menu utama (Main Menu) Linuxrc, jalankan pengaturan dalam menu-menu berikut secara berurutan.

1. Settings, meliputi

* Language; untuk pengaturan bahasa
* Display; untuk pengaturan monitor
* Keymap; untuk pengaturan keyboard

* Debug; pilihan untuk pengguna Linux tingkat lanjut. Isinya berupa pilihan Animation, Force rootimage, Enter rootimage, Instalation system, Scripting NFS port. Jika tidak tahu, Anda dapat abaikan pilihan ini, dan relatif tidak mengganggu proses instalasi secara keseluruhan.
2. System Information, meliputi

* Kernel Messages; Seluruh pesan yang disampaikan kernel saat booting (termasuk pengenalan perangkat keras). Dari pesan kernel ini Anda dapat mengetahui perangkat mana yang sudah didukung oleh kernel dan mana yang belum.
* Hard disk /CD-ROMs; Catatan hard disk dan CD-ROM yang dikenali oleh kernel.
* Modules; Catatan tentang driver perangkat keras (di Linux disebut sebagai modul) yang sudah diaktifkan
* PCI; Catatan tentang kartu PCI yang dimiliki berdasarkan pengenalan oleh kernel.
* Memory; Catatan tentang memory yang dimiliki berdasarkan pengenalan oleh kernel.
* IO Port; Port Input Output
* Interrupts; Catatan interrupts.
3. Kernel Modules, meliputi

* Load SCSI module; mengaktifkan modul SCSI yang belum dikenal oleh kernel. Hal ini diketahui dengan membaca pesan kernel pada bagian sebelumnya.
* Load CD-ROM module; Mengaktifkan modul CD-ROM
* Load network card module; Mengaktifkan modul kartu jaringan.
* Load PCMCIA module; Mengaktifkan modul PCMCIA.
* Show Loaded modules; Melihat modul-modul yang telah diaktifkan.
* Unload modules; Menon-aktifkan kembali modul-modul yang telah aktif.
* Autoload modules; Mengaktifkan modul secara otomatis dengan melakukan inspeksi (probing) terhadap semua perangkat keras yang ada.
4. Start Instalation System; meliputi

* Start Instalation; Mulai instalasi
* Boot Instalation; Selesai instalasi dan boot komputer
* Start Rescue System
* Start Live CD
13. Pada saat memilih Start Instalation, Linuxrc menanyakan media tempat di mana sumber file SuSE yang akan diinstal. Pilihan tersebut meliputi CD-ROM, Network (NFS), Network (FTP), Hard disk. Pilih sesuai kebutuhan Anda. Dalam contoh berikut instalasi dilakukan lewat CD-ROM.
14. Setelah memilih media instalasi, segera muncul program YaST yang menawarkan tipe instalasi. Tipe yang ditawarkan adalah :

* Install Linux from scratch; Instal SuSE baru ke dalam komputer dengan metode standar.
* Update existing file system; Upgrade SuSE dari versi sebelumnya.
* Instalation using expert mode; Instalasi dengan pilihan-pilihan khusus yang menawarkan modifikasi penuh.
* Abort; membatalkan instalasi.
Pilih install Linux from scratch

15. Langkah selanjutnya adalah penentuan partisi. Sebelum melanjutkan, silakan baca tentang partisi pada sub bab instalasi Slackware. Pilihan pertama adalah partitioning hardware; ada dua pilihan :

* partitioning; SuSE akan melakukan partisi otomatis sisa spasi hard disk yang masih kosong. Partisi otomatis ini meliputi partisi Linux sekaligus swap.
* Do not partitioning; Untuk langkah partisi normal. Untuk belajar melakukan partisi, pilih do not partitioning.
16. Setelah dipilih do not partitioning, akan muncul pilihan lagi, yakni :

* Whole hard disk; SuSE akan mempartisi seluruh hard disk. Hindarkan pilihan ini.
* Partitioning; melakukan partisi secara manual. Pilih partitioning untuk menjalankan partisi hard disk secara manual.
17. Langkah selanjutnya adalah mengedit tabel partisi. Jalankan langkah ini secara hati-hati terutama jika Anda memiliki data dalam hard disk Anda. Berikut contoh tabel partisi yang sudah ada :

Device Name From To Blocks Partition Type

/dev/hda1 1 319 2562336 b Win 95 Fat 32
/dev/hda2 320 1048 5855692 5 extended
/dev/hda5 320 447 1028128 83 Linux Native
/dev/hda6 448 463 128488 82 Linux Swap

18. Tampilan tabel partisi bisa bermacam-macam, tergantung pengaturan di komputer Anda sebelumnya. Untuk membuat partisi baru, tekan F5.

Starting Cylinder :

End of partition: +1000M

Pada pilihan Starting Cylinder, biarkan kosong, langsung tekan enter. Selanjutnya muncul End of Partition, masukkan jumlah megabyte yang Anda inginkan, diawali dengan tanda plus. Contoh di atas adalah membuat partisi baru dengan ukuran 1 Gigabyte (1000 Megabyte). Lakukan langkah ini hingga diperoleh daftar partisi yang diinginkan. 18. Selesai membuat partisi baru, lanjutkan dengan pemilihan partisi swap. Pilih Continue, dan akan muncul pertanyaan Select Swap Partition. Pilih partisi swap yang Anda tentukan sebelumnya. Anda akan dikonfirmasi, apakah Anda ingin melakukan cek swap yang akan diaktifkan? Cek ini meliputi bad blocks dan cek permukaan piringan hard disk yang akan digunakan. Pilih yes.

19. Langkah selanjutnya adalah melakukan format terhadap sistem file Linux yang baru saja Anda buat partisinya. Contoh sistem file yang sudah ada :

List of existing hard drive

Device Blocks Inodes Format fstype mountpoint partition

/dev/hda5 1028128 4096 No ext2 Linux

Pilih F6 untuk format partisi yang ada. Pilih Normal Format. Selanjutnya, tekan F4 untuk menentukan mount point. Pilih /. Tekan Continue, dan partisi Anda akan diformat.

20. Instalasi akan kembali ke prompt YaST untuk load configuration. Pilih default SuSE. Anda bisa pilih secara manual paket-paket yang diinginkan. Bagian ini memakan waktu yang cukup lama, sebab proses instalasi program yang dipilih sedang berjalan.
21. Selesai instalasi program, Anda diminta memilih kernel lewat menu Select Kernel, dan pilih Standard (E)IDE kernel (jika hard disk atau CD-ROM Anda IDE) atau SCSI kernel (jika hard disk atau CD-ROM Anda SCSI).
22. Berikutnya Anda akan ditanyakan untuk membuat boot disk. Jawab ya jika Anda memang menginginkan Linux di boot dari disket. Siapkan satu disket kosong. Jika tidak, teruskan.
23. Setelah itu muncul menu LILO Instalation. Jawab yes dan segera Anda dibawa ke menu :

* Pilihan berikut biarkan kosong

Append line for hardware parameter :

* Pilih Master Boot Record untuk menempatkan LILO di MBR sehingga saat # boot akan dijalankan.

Where do you want install LILO :

Master Boot Record

Boot sector of root partition

Boot sector of boot partition

On floppy disk

* Boot delay adalah lama waktu dalam satuan detik pada saat memilih menu sistem operasi yang akan dijalankan saat komputer dinyalakan.

Boot Delay :

24. Proses selanjutnya penentuan time configuration. Ini adalah satuan waktu yang digunakan oleh sistem operasi. Anda bisa memilih antara menggunakan GMT atau waktu lokal.
25. Setelah itu penentuan hostname dan domain name. Isian ini sangat penting untuk memastikan program-program daemon yang membutuhkan nama mesin dan nama domain seperti server web dan server mail berjalan dengan baik. Untuk pengisian, misalnya:

Hostname : spawn

Domain Name : heaven.or.id

26. Menu berikutnya adalah konfirmasi peran komputer Anda. Pilihannya adalah :

* IP Loopback only; untuk mesin yang berjalan sendiri dan tidak terhubung ke jaringan
* Real network; untuk mesin yang terhubung dalam jaringan.
Pada bagian DHCP client, pilih no (kecuali jika Anda terhubung dalam jaringan dengan DHCP). Dalam contoh berikut, pilih real network.

Catatan:

DHCP atauDynamic Host Configuration Programadalah program yang mendistribusikan alamat IP pada setiap mesin yang terhubung ke dalam jaringan. Pemberian alamat IP secara dinamis ini memudahkan jaringan dengan user yang banyak, dan alamat IP tidak perlu diset satu per satu di tiap mesin. Cukup DHCP yang membagikannya secara acak. Program ini biasa dipergunakan di ISP (Internet Service Provider), di mana setiap user yang tersambung lewat modem, memperoleh alamat IP berubah-ubah pada tiap koneksi.

27. Jika dipilih real network, menu berikutnya adalah memasukkan alamat jaringan :

* type of network; piliheth0. Ini berarti dalam menghubungkan ke jaringan menggunakan kartu jaringan. Jika pada boot sebelumnya kernel belum mengenal kartu jaringan yang ada, Anda dapat mengkonfigurasikannya nanti. Lihat di Bab III, Sub Bab konfigurasi kartu jaringan.

* IP Address of your machine; isikan alamat IP misalnya 192.168.1.100
* Netmask; Isikan netmask berdasarkan kelasnya. Misal 255.255.255.0
* Gateway; Biarkan kosong. Gambaran tentang gateway dapat Anda baca di Bab III sub bab IP Masquerade.
* IP Address of PPP Partner; Isikan DNS server dari ISP Anda. Misalnya 202.158.3.7.
28. Selanjutnya adalah mengkonfigurasikan sendmail lewat sendmail.cf. Menu yang diberikan:

* Host with permanent network connection; Jika Anda terhubung dalam jaringan dengan sambungan yang permanen.
* Single user machine without network connection; Jika komputer tidak terhubung dalam jaringan (standalone)
* Host with temporarily network connection; Jika dalam waktu-waktu tertentu komputer Anda terhubung dalam jaringan (misalnya Internet).
* Use UUCP to send mail; Jika mesin Anda terhubung dalam jaringan UNIX, dan mempergunakan protokol UUCP (Unix to Unix Copy Protocol)
* Do not install /etc/sendmail.cf; Melewati menu ini, dan jika perlu sendmail.cf dapat dikonfigurasikan sendiri nantinya.
29. Selesai konfigurasi sementara untuk sendmail, komputer akan direstart. Selanjutnya adalah mengisikan password untuk root. Usahakan untuk mengisi lebih dari 8 huruf.
30. Langkah berikutnya membuat satu user sebagai contoh. Anda dapat menggunakan user contoh ini untuk login pertama kali nantinya. Usahakan untuk menggunakan user root seminimal mungkin.
31. Langkah terakhir, mengkonfigurasikan beberapa peralatan tambahan seperti modem, dan mouse. Selesai langkah ini, Anda bisa langsung masuk ke Linux prompt, dan login dengan menggunakan account root atau user contoh yang telah anda tentukan sebelumnya.

Welcome to SuSE 6.2 (i386) - kernel 2.2.10 (tty1)

Spawn login :

Instalasi Linux Server Slackware

Slackware

Distribusi Slackware dapat diperoleh secara online di http://www.cdrom.com

Catatan :

Di Indonesia saat ini sudah ada beberapa online store yang menyediakan distribusi Linux yang cukup lengkap. Anda bisa memesannya secara online, atau menghubungi lewat telepon. CD yang akan Anda dapatkan dari beberapa online store di Indonesia biasanya merupakan hasil peleburan ke CD dari download di Internet. Dari beberapa online store yang pernah penulis pesan, rata-rata berkualitas bagus, dan ada garansi penggantian jika CD rusak atau tidak jalan. Perlu diingat bahwa semua CD salinan tersebut adalah legal dan dilindungi lisensi GNU. Daftar online store yang menyediakan distribusi Linux dapat Anda lihat di lampiran
Program Linux biasanya dipaket dalam dua CD:

  1. Binary

    Berisi program-program yang sudah dikompilasi oleh distributor/pengemas distribusi (Precompiled Binary). Yang Anda lakukan dengan program-program ini adalah menyalinnya ke dalam PC.Precompiled binary termasuk kernel.

  2. Source

    Berisi kode sumber (source code) program, dan Anda bisa mengkompilasinya sendiri sesuai kebutuhan. Ditujukan untuk yang sudah terbiasa dengan lingkungan Linux. Jika lebih dari dua CD, maka biasanya berisi program-program tambahan yang sifatnya pilihan.


Instalasi Slackware

Sebelumnya, dimulai dengan mereview isi CD ROM Slackwareprecompiled binary.

$ ls -al

total 849

drwxr-xr-x 13 root root 4096 Oct 26 1999 ./

drwxr-xr-x 19 root root 4096 Apr 22 07:14 ../

drwxr-xr-x 2 root root 2048 Oct 26 1999 .eltorito/

-r-r-r- 1 root root 1185 Oct 26 1999 00_TRANS.TBL

-rw-r-r- 1 root root 18605 Jun 29 1996 BOOTING.TXT

-rw-r-r- 1 root root 2659 Oct 23 1999 CDROM.TXT

-rw-r-r- 1 root root 17976 Jun 10 1994 COPYING

-rw-r-r- 1 root root 10445 Oct 23 1999 COPYRIGHT.TXT

-rw-r-r- 1 root root 204041 Oct 26 1999 ChangeLog.txt

-rw-r-r- 1 root root 32145 Oct 11 1999 FAQ.TXT

-rw-r-r- 1 root root 303391 Oct 26 1999 FILELIST.TXT

-rw-r-r- 1 root root 155 Oct 22 1999 GLIBC_WARNING

-rw-r-r- 1 root root 5846 Oct 23 1999 LOWMEM.TXT

-rw-r-r- 1 root root 8137 Oct 23 1999 MIRRORS.TXT

-rw-r-r- 1 root root 152883 Oct 26 1999 PACKAGES.TXT

-rw-r-r- 1 root root 3682 Oct 23 1999 README.TXT

-rw-r-r- 1 root root 18756 Oct 26 1999 README7.TXT

-rw-r-r- 1 root root 7868 Oct 23 1999 UPGRADE.TXT

drwxr-xr-x 2 root root 2048 Oct 26 1999 bootdsks.12/

drwxr-xr-x 2 root root 10240 Oct 26 1999 bootdsks.144/

drwxr-xr-x 6 root root 8192 Oct 26 1999 contrib/

drwxr-xr-x 8 root root 2048 Oct 23 1999 docs/

drwxr-xr-x 64 root root 10240 Oct 22 1999 kernels/

drwxr-xr-x 3 root root 2048 Oct 23 1999 live/

drwxr-xr-x 3 root root 4096 Oct 23 1999 modules/

drwxr-xr-x 2 root root 2048 Oct 23 1999 rootdsks/

drwxr-xr-x 3 root root 2048 Oct 25 1999 slaktest/

drwxr-xr-x 40 root root 6144 Oct 26 1999 slakware/

Beberapa direktori yang penting adalah:

  • Slakware; berisi program sumber instalasi. Isi direktori ini akan direview nanti

  • bootdsks.144; berisi file untuk membuat boot disk format 1.44

  • rootdsks; berisi image file root disk, termasuk di dalamnya skrip setup

  • kernels; berisi kumpulan precompiled kernel untuk berbagai macam jenis perangkat keras.

Direktori Slakware, berisi paket program yang dikelompokkan dalam beberapa kategori yang disebut disk set.

  1. Paket Aplikasi Disk Set A

    Berisi program dasar untuk menjalankan Linux Slackware. Program disini cukup untuk dimuat dalam Disket 1.22. Instal program dari sini saja cukup untuk menjalankan Linux, dengan editor teks Elvis dan beberapa program komunikasi, serta sistem file standard (file system standard /FSSTND). Disk Set A membutuhkan 25 MB.

  2. Disk Set AP

    Berisi aplikasi yang sering dijalankan di Linux. Di antaranya man pages, groff, ispell (GNU and international versions), term, joe, jove, ghostscript, Midnight Commander (seperti Norton Commander di DOS), bc, dan quota. Disk Set AP membutuhkan 20 MB.

  3. Disk Set D

    Berisi program pengembangan. Beberapa diantaranya GCC/G++/Objective C compiler make (GNU and BSD), byacc dan GNU bison, flex, library C libraries, gdb debugger, Fortran, ncurses, clisp, f2c, p2c, Pascal, perl, dan rcs. Disk Set D membutuhkan 48 MB.

  4. Disk Set E

    Berisi program paket editor teks GNU emacs 20.3. Disk Set E membutuhkan 35 MB.

  5. Disk Set F

    Berisi koleksi FAQ, HOWTO, Mini-HOWTO, dan dokumentasi lainnya. Set ini berisi banyak sekali informasi bermanfaat. Disk Set F membutuhkan 11 MB.

  6. Disk Set K

    Berisi kode sumber kernel (Kernel Source Code). Anda dapat mempergunakannya untuk mengkompilasi ulang kernel. Disk Set K membutuhkan 27 MB.

  7. Disk Set N

    Berisi aplikasi pendukung jaringan. Termasuk di dalamnya dukungan TCP/UUCP, SLIP, PPP untuk koneksi ke Internet. Program pendukungnya adalah browser Lynx basis teks, Apache Web Server, Pine, Elm, Trn dan aplikasi Internet lainnya.

  8. Disk Set N

    membutuhkan 23 MB. Disk Set T Berisi program format teks TEX and LATEX2. TEX merupakan program terkenal dan canggih dalam format teks, termasuk penggunaan ekspresi matematis. Disk Set T membutuhkan 42 MB.

  9. Disk Set TCL

    Berisi paket program pengembangan dari keluarga itcl, diantaranya Tcl dan Tk dapat dipakai untuk menyusun program yang dijalankan dibawah sistem X Window. Disk Set TCL membutuhkan 7 MB.

  10. Disk Set X

    Berisi program dasar sistem Xfree86 3.3.2 dari MIT. Di dalamnya termasuk Library dan grafis antar muka pemakai yang dapat dijalankan di sistem Slackware. Disk Set X membutuhkan 70 MB.

    Catatan :

    Di Linux dan sistem Unix lainnya, tampilan grafis dijalankan dengan sistem client server. Sedangkan untuk tampilannya bisa dipilih bermacam macam, disebut Window Manager. Beberapa Window Manager yang terkenal adalah Gnome, KDE (K Desktop Evironment), Window Maker dan sebagainya. Jika tertarik Anda bisa mencarinya di http://www.freshmeat.net
  11. Disk Set XAP

    Berisi berbagai macam aplikasi yang dijalankan di X, seperti Window Manager fvwm, fvwm95, browser grafis (arena& Netscape) dan berbagai macam game X. Disk Set XAP membutuhkan 65 MB.

  12. Disk Set XD

    Berisi program pengembangan X. Termasuk di dalamnya X11 libraries, server linkkit, dan PEX support. Disk Set XD membutuhkan 14 MB.

  13. Disk Set XV

    Xview yang mendukung Open Look window Manager yang biasa dijalankan pada mesin SUN. Termasuk pula di dalamnya program compiler Xview. Disk Set XV membutuhkan 11 MB.

  14. Disk Set Y

    Berisi berbagai macam game yang dijalankan di atas console (tidak membutuhkan tampilan grafis). Disk Set Y membutuhkan 8 MB.


Kebutuhan Perangkat keras

Minimal CPU dengan prosesor 80836 atau 80846 sudah bisa menjalankan Linux. Emulator matematis juga tidak diharuskan meskipun akan sangat membantu jika Anda memilikinya. Memori minimal 4 hingga 8 mega, dan paling tidak 16 Mega jika Anda berencana menjalankan aplikasi X. Meskipun demikian, pada beberapa distribusi Anda cukup mempunyai memory 2 Mega. Cakram keras (hard disk), baik IDE maupun SCSI dan banyak jenis perangkat keras lain telah didukung oleh Slackware 7.0. Spasi hard disk yang dibutuhkan minimal 20 mega untuk menginstal aplikasi dasar Linux. Jika semua program diinstal paling tidak membutuhkan spasi hard disk hingga 400 Megabyte.

Pre Instalasi

Setelah mengenal sedikit mengenal beberapa aplikasi yang disertakan dalam distribusi Slackware (dan semua distribusi Linux), lanjutkan dengan prosedur instalasi. Namun sebelum mulai instalasi, ada beberapa hal yang perlu disiapkan :

  1. Usahakan untuk mencatat perangkat keras yang Anda miliki. Perangkat keras tersebut meliputi monitor, VGA card, Mouse, Hard disk dan CDROM (untuk yang SCSI), dan perangkat keras khusus yang Anda punya. Di Windows, Anda dapat melihatnya dengan klik kanan My Computer pada desktop, pilih Properties, klik Device.
  2. Back up data-data yang penting. Meskipun penyusunan partisi dan format partisi di Linux dapat dijalankan secara aman tanpa mengganggu data yang ada, namun bisa saja terjadi salah ketik atau salah pilih yang membuat semua data hilang.
  3. Siapkan partisi khusus untuk Linux. Jika sistem operasi yang ada tidak memungkinkan untuk diinstal ulang, gunakan program penambahan partisi seperti Partition Magic (program komersial) atau fips yang disertakan dalam CD. Program ini memungkinkan Anda untuk menambah partisi dari sisa hard disk kosong, tanpa harus menghapus partisi yang sudah ada. Lebih mudah jika Anda menghapus semua partisi dalam hard disk Anda, kemudian dipisah menjadi tiga hingga empat partisi. Satu untuk instal Windows (jika perlu), sistem file Linux, dan Swap Linux. Tentang partisi ini akan dibahas dalam tahapan instalasi.
Catatan :

Anda dapat menginstal Linux pada ruang yang tidak dipergunakan (free space) tanpa harus partisi ulang. Linux menjalankannya di atas partisi umsdos. Kelemahan dari sistem file ini adalah aplikasi yang dijalankan menjadi lebih lambat, dan manfaat Linux tidak dapat dirasakan secara maksimal.

Instalasi dengan Boot Disk

  1. Masuk ke lingkungan DOS prompt

    C:\>

  2. Pindah ke direktori Bootdsks.144

    C:\>cd d:\Bootdsks.144 D:Bootdsks.144\>

  3. Masukkan disket kosong ke dalam drive disket Anda. Jalankan rawrite untuk menuliskan program boot Linux kedalam disket. Pilih image sesuai dengan perangkat keras Anda

    D:Bootdsks.144\>rawrite bare.I a:\ #untuk perangkat keras IDE secara umum

    D:Bootdsks.144\>rawrite scsi.s a:\ #untuk perangkat keras SCSI secara umum

  4. Setelah selesai, keluarkan disket Anda dan beri label boot disk. Pindah ke direktori root disk.

    D:Bootdsks.144\>cd ../rootdsks D:rootdsks\>

  5. Jalankan kembali rawrite untuk menuliskan root disk ke dalam disket.

    D:rootdsks\>rawrite color.gz a: # untuk monitor color

    D:rootdsks\>rawrite text.gz a: # untuk monitor monokrom

    D:rootdsks\>rawrite pcmcia.gz a: # untuk instalasi pada laptop

    dengan dukungan pcmcia

    D:rootdsks\>rawrite rescue.gz a: # untuk membuat disket rescue
    D:rootdsks\>rawrite umsdos.gz a: # untuk menginstal Slackware pada partisi UMSDOS

  6. Setelah selesai, keluarkan disket, dan beri label root disk.
  7. Masukkan boot disk ke drive a, kemudian booting komputer Anda.
  8. Akan terlihat tulisan LILO, dan tampil pesan dari boot linux. Anda tinggal tekan Enter. Kernel akan mencoba mengenali perangkat keras Anda. Perhatikan hingga sampai pada teks :

    VFS: Insert root floppy disk to be loaded into ramdisk and press enter

  9. Keluarkan boot disk, dan ganti dengan root disk. Tekan Enter. Root disk akan dimuat dalam memory. Anda bisa login sebagai root.

    Slackware login : root

    #

Anda sudah berhasil masuk ke prompt Linux Slackware dan siap untuk instalasi. Langkah berikutnya adalah menyiapkan ruang untuk file Linux Anda. Partisi hard disk Diasumsikan Anda sudah menyiapkan partisi kosong. Jika belum, maka Anda perlu melakukannya terlebih dahulu dengan program Partition Magic yang harus dibeli secara terpisah atau Fips yang disertakan dalam CD.

Catatan :

Kemampuan Fips terbatas, dan tidak ada garansi jika Anda mengalami error dalam menjalankannya. Untuk itu, back up data sangat diperlukan. Atau lebih mudah jika Anda partisi ulang semuanya dengan menggunakan fdisk yang akan dibahas pada bagian berikutnya.

Partisi

Bahasan pertama adalah review sekilas tentang partisi. Hard disk untuk bisa diisi sistem operasi, membutuhkan satu wadah, yang dinamakan partisi. Jika Anda terbiasa menggunakan Microsoft, partisi disimbolkan dengan Drive. Misal, Drive C:(partisi pertama) Drive D:(partisi kedua) dan seterusnya.

Dengan membagi hard disk ke dalam beberapa partisi Anda dapat menjalankan berbagai sistem operasi secara bersamaan. Misalnya Linux - Windows 98 - Windows NT.

Gambar 3 Bentuk Hardisk, track, sector dan data (Sumber: Maximum Linux Security, Anonymous)

Partisi dikategorikan dalam tiga jenis. Primary, Extended dan Logical Partition. Partisi utama, disebut primary, dalam satu hard disk maksimal hanya 4 partisi. Jika Anda ingin lebih dari 4 partisi, maka perlu dibuat extended partition yang bisa memuat logical partition dengan jumlah lebih banyak. Jadi data hanya terletak di partisi primary atau logical, sedangkan extended hanya merupakan wadah dari partisi logical. Contoh pengaturan hard disk dan nama yang biasa dipergunakan di Linux.

Gambar 4 Pengaturan Partisi dan Sistem File (Sumber: Maximum Linux Security, Anonymous)

Kembali ke prompt instalasi. Sebagai contoh, diasumsikan Anda mempunyai hard disk 2 Giga, dan 1 Giga sudah terisi Windows NT (misalnya), sementara sisanya masih kosong (belum dipartisi). Setelah berhasil masuk shell, jalankan fdisk guna pengaturan partisi.

# fdisk
Using /dev/hda as default device!
Command (m for help): m # ketik m dan tekan enter

a toggle bootable flag
b edit bsd dick label
c toggle the DOS compatibility flag
d delete a partition
l list of known partition types
m print this menu
n add new partition
o create a new empty DOS partition table
q quit without saving changes
t change partition system ID
u change display /entry units
v verify partition table
w write table to disk and exit
x extra functionality (expert only)

Command (m for help): p # ketik p untuk mengetahui partisi dalam hard disk Anda,lalu tekan enter

Disk /dev/hda: 16 heads, 63 sectors, 1024 cylinders
Units = cylinders of 1008 * 512 bytes
Device Boot Begin Start End Blocks Id System
/dev/hda1 * 2 2 126 63000 6 DOS 16-bit>=32M

Dari tampilan partisi di atas, hard disk Anda, diwakili dengan /dev/hda, hanya mempunyai satu partisi, yakni /dev/hda1. Di MSDOS ataupun windows Anda biasa melihatnya sebagai Drive C. Partisi tersebut mempunyai sistem file DOS 16-bit, dan menempati silinder 2 hingga 204. Lanjutkan dengan pembuatan partisi baru.

Command (m for help): n

Command action

e extended
p primary partition (1-4)

p

Partition number (1-4): 2

First cylinder (204-683): 204
Last cylinder or +size or +sizeM or +sizeK (204-683): +80M

Pada Partition Number atau nomor partisi, isi 2, karena partisi satu sudah terisi Ms DOS. First cylinder adalah silinder pertama yang dipakai partisi ke dua ini. Last cylinder, Anda bisa isikan nomor silinder, atau +xM, dimana x adalah jumlah Megabyte yang Anda inginkan, atau +xK, dimana x adalah jumlah Kilobyte yang Anda inginkan.

Command (m for help): n

Command action
e extended
p primary partition (1-4)

p

Partition number (1-4): 3

First cylinder (474-683): 474
Last cylinder or +size or +sizeM or +sizeK (474-683): +10M

Command (m for help): p

Disk /dev/hda: 16 heads, 38 sectors, 683 cylinders Units = cylinders of 608 * 512 bytes
Device Boot Begin Start End Blocks Id System

/dev/hda1 * 1 1 203 61693 6 DOS 16-bit >=32M
/dev/hda2 204 204 473 82080 83 Linux native
/dev/hda3 474 474 507 10336 83 Linux native

Dari tampilan di atas, tabel 3 partisi yang kesemuanya primary sudah berhasil dibuat. Untuk partisi extended biasanya dimulai dari angka 5 ke atas. Misalnya /dev/hda5, /dev/hda6 dan seterusnya.

Lanjutkan dengan mengganti system ID atau format sistem file untuk menambahkan swap. Swap adalah bagian dari Hard disk, baik berupa file atau satu partisi penuh yang dipakai sebagai virtual memory. Swap sangat membantu jika Anda punya memory fisik yang terbatas.

Command (m for help): t

Partition number (1-4): 3

Hex code (type L to list codes): L

0 Empty 9 AIX bootable 75 PC/IX b7 BSDI fs
1 DOS 12-bit FAT a OS/2 Boot Manag 80 Old MINIX b8 BSDI swap
2 XENIX root 40 Venix 80286 81 Linux/MINIX c7 Syrinx
3 XENIX usr 51 Novell? 82 Linux swap db CP/M
4 DOS 16-bit <32m>
5 Extended 63 GNU HURD 93 Amoeba e3 DOS R/O
6 DOS 16-bit>=32 64 Novell Netware 94 Amoeba BBT f2 DOS secondary
7 OS/2 HPFS 65 Novell Netware a5 BSD/386 ff BBT
8 AIX

Command (m for help): t

Partition number (1-4): 3

Hex code (type L to list codes): 82

Command (m for help): p

Disk /dev/hda: 16 heads, 38 sectors, 683 cylinders
Units = cylinders of 608 * 512 bytes
Device Boot Begin Start End Blocks Id System

/dev/hda1 * 1 1 203 61693 6 DOS 16-bit >=32M
/dev/hda2 204 204 473 82080 83 Linux native
/dev/hda3 474 474 507 10336 82 Linux swap

Anda lihat bahwa /dev/hda3 telah berubah dari Linux native menjadi Linux swap. Langkah berikutnya adalah menyimpan tabel partisi yang telah Anda buat.

Command (m for help): w

Anda akan kembali ke shell prompt. Lanjutkan dengan instalasi. Pertama , aktifkan swap yang telah dibuat sebelumnya

# mkswap /dev/hda3
# swapon

Hal ini membantu jika Anda hanya memiliki sedikit memory.


Setup

Setelah mengaktifkan swap, jalankan skrip setup dari Slackware.

# setup

Akan muncul menu :

  • Help ; File help dari slackware, menyangkut instalasi
  • Key Map ; Memetakan keyboard, jika menggunakan keyboard non english
  • Swap ; Membuat dan mengaktifkan swap file
  • Target; Menentukan direktori tempt Linux akan diinstal
  • Source ; Menentukan direktori sumber file yang akan diinstal
  • Select ; Memilih perangkat lunak yang akan diinstal
  • Instal; Memulai instalasi dari paket program yang telah dipilih sebelumnya
  • Configure ; Mengkonfigurasikan Linux sebelum di restart
  • Exit ; Selesai instalasi dan keluar
Perlu dicatat bahwa menu tersebut merupakan urutan instalasi yang harus dipilih satu demi satu. Untuk memulai instalasi, Anda dapat abaikan dua menu pertama.

Swap

Secara default, Anda akan ditanya apakah akan memasukkan /dev/hda3 sebagai swap. Jika ya, maka Slackware akan menjalankan perintah mkswap untuk memformat /dev/hda3 dengan file sistem swap, kemudian mengaktifkannya dengan perintah swapon. Karena perintah ini telah dilakukan sebelumnya, Anda dapat abaikan. Yang penting adalah memasukkan /dev/hda3 ke dalam file fstab sehingga saat Linux boot dapat langsung menggunakan swap.

Catatan :

Linux menuliskan semua sistem file dan divais yang dipergunakan ke dalam file /etc/fstab. Saat akan dipergunakan dengan perintah mount, Linux akan membaca file ini. Divais yang dipergunakan termasuk semua hard disk dan partisinya, CDROM, floppy dan divais untuk back up. Untuk lebih jelasnya, ketikkan man fstab pada shell prompt.

Target

Secara default akan muncul /dev/hda2 sebagai satu-satunya Linux native yang ada dalam partisi Anda. Jika Anda membuat lebih dari satu partisi yang berisi Linux native, Slackware akan menanyakan mount point dari masing-masing partisi. Misalnya /dev/hda5 mount pointnya /, lalu /dev/hda6 mount pointnya /usr/local dan seterusnya. Pada bagian ini ditanyakan pula apakah Anda akan mengaitkan (mounting)/dev/hda1 dengan sistem file DOS? Mengaitkan /dev/hda1 memungkinkan Anda membaca file-file yang berada dalam lingkungan DOS/Windows dari Linux. Selesai mengkonfigurasikan partisi di mana Linux akan diinstal, lanjutkan dengan sumber di mana file Linux Slackware binary berada.

Source

Slackware akan menampilkan pilihan beberapa metode instalasi berdasarkan di mana sumber file berada.

  1. Floppy; Instal Slackware dari disket
  2. Instal Slackware from CD-ROM; Instal Slackware dari CD-ROM. Kadang Linux gagal mendeteksi CD-ROM yang Anda punyai. Hal ini disebabkan pilihan kernel yang tidak tepat saat membuat boot disk. Pastikan Anda memilih kernel yang sesuai dengan perangkat keras Anda.
  3. Instal Slackware from Hardrive partition; Instal Slackware dari hard disk (misalnya Anda telah menyalin file dari CD-ROM ke dalam hard disk). Path harus ditulis secara benar, sebab dalam lingkungan Linux semua huruf diperlakukan case sensitive. Dalam arti perbedaan huruf besar dan kecil dapat membuat file tidak dikenal.
  4. Instal via NFS; Instal Slackware dari NFS (Network File Server)
  5. Instal from pre-mounted directory; Jika Anda sudah mempunyai partisi Linux sebelumnya, dan berisi file source, maka Anda bisa melakukan pengaitan (mounting) sebelum instalasi dimulai. Direktori ini yang dipakai sebagai sumber instalasi. Pilih sesuai kebutuhan Anda, dan ikuti perintah-perintah berikutnya.

Select

Slackware memberikan pilihan paket aplikasi yang akan diinstal. Paket yang ditawarkan adalah :

  1. A Aplikasi dasar yang dibutuhkan sistem Linux
  2. AP Berbagai aplikasi yang dapat dijalankan di console tanpa membutuhkan X
  3. D Program pengembangan, terdiri atas berbagai bahasa pemrograman
  4. E GNU Emacs, editor teks
  5. F Daftar FAQ, dan dokumentasi How To lengkap
  6. K Sumber (Source) dari kernel Linux
  7. N Networking (TCP/IP, UUCP, Mail, News)
  8. T Program pengolah kata tingkat lanjut TCL Bahasa Skrip Tcl/Tk
  9. X X Free, Server untuk tampilan grafis
  10. XD Program pengembangan X Free
  11. XV X View (Window Manager dan berbagai aplikasi tampilan grafis)
  12. Y Games yang tidak membutuhkan X (dijalankan di console)

Instal

Selesai memilih paket aplikasi yang dibutuhkan, dilanjutkan dengan instalasi. Slackware menawarkan berbagai metode instalasi :

  1. Newbie; Slackware akan menanyakan setiap program yang akan diinstal, disertai dengan gambaran singkat dari berbagai program yang akan diinstal.
  2. Expert ; Slackware akan memberikan daftar seluruh aplikasi, dan Anda cukup memilihnya dengan memberikan pointer.
  3. Full ; Instal seluruh aplikasi yang tersedia Configure Anda dapat menjalankan konfigurasi awal dari sistem Linux yang telah diinstal. Konfigurasi mencakup password untuk root, Pembuatan disket boot, pengaturan LILO (Linux Loader, program yang menjalankan Linux saat booting), modem, mouse, dan beberapa konfigurasi network jika komputer Anda sudah terhubung satu sama lain dalam jaringan.

Exit

Setelah mengkonfigurasi sistem Linux, Anda dapat keluar dari program setup, dan tekan Ctrl-Alt-Del untuk booting komputer.





 

sasta.co