Kemampuan Fips terbatas, dan tidak ada garansi jika Anda mengalami error dalam menjalankannya. Untuk itu, back up data sangat diperlukan. Atau lebih mudah jika Anda partisi ulang semuanya dengan menggunakan fdisk yang akan dibahas pada bagian berikutnya.
Bahasan pertama adalah review sekilas tentang partisi. Hard disk untuk bisa diisi sistem operasi, membutuhkan satu wadah, yang dinamakan partisi. Jika Anda terbiasa menggunakan Microsoft, partisi disimbolkan dengan Drive. Misal, Drive C:(partisi pertama) Drive D:(partisi kedua) dan seterusnya.
Dengan membagi hard disk ke dalam beberapa partisi Anda dapat menjalankan berbagai sistem operasi secara bersamaan. Misalnya Linux - Windows 98 - Windows NT.
Gambar 3 Bentuk Hardisk, track, sector dan data (Sumber: Maximum Linux Security, Anonymous)
Partisi dikategorikan dalam tiga jenis. Primary, Extended dan Logical Partition. Partisi utama, disebut primary, dalam satu hard disk maksimal hanya 4 partisi. Jika Anda ingin lebih dari 4 partisi, maka perlu dibuat extended partition yang bisa memuat logical partition dengan jumlah lebih banyak. Jadi data hanya terletak di partisi primary atau logical, sedangkan extended hanya merupakan wadah dari partisi logical. Contoh pengaturan hard disk dan nama yang biasa dipergunakan di Linux.
Gambar 4 Pengaturan Partisi dan Sistem File (Sumber: Maximum Linux Security, Anonymous)
Kembali ke prompt instalasi. Sebagai contoh, diasumsikan Anda mempunyai hard disk 2 Giga, dan 1 Giga sudah terisi Windows NT (misalnya), sementara sisanya masih kosong (belum dipartisi). Setelah berhasil masuk shell, jalankan fdisk guna pengaturan partisi.
# fdisk
Using /dev/hda as default device!
Command (m for help): m # ketik m dan tekan enter
a toggle bootable flag
b edit bsd dick label
c toggle the DOS compatibility flag
d delete a partition
l list of known partition types
m print this menu
n add new partition
o create a new empty DOS partition table
q quit without saving changes
t change partition system ID
u change display /entry units
v verify partition table
w write table to disk and exit
x extra functionality (expert only)
Command (m for help): p # ketik p untuk mengetahui partisi dalam hard disk Anda,lalu tekan enter
Disk /dev/hda: 16 heads, 63 sectors, 1024 cylinders
Units = cylinders of 1008 * 512 bytes
Device Boot Begin Start End Blocks Id System
/dev/hda1 * 2 2 126 63000 6 DOS 16-bit>=32M
Dari tampilan partisi di atas, hard disk Anda, diwakili dengan /dev/hda, hanya mempunyai satu partisi, yakni /dev/hda1. Di MSDOS ataupun windows Anda biasa melihatnya sebagai Drive C. Partisi tersebut mempunyai sistem file DOS 16-bit, dan menempati silinder 2 hingga 204. Lanjutkan dengan pembuatan partisi baru.
Command (m for help): n
Command action
e extended
p primary partition (1-4)
p
Partition number (1-4): 2
First cylinder (204-683): 204
Last cylinder or +size or +sizeM or +sizeK (204-683): +80M
Pada Partition Number atau nomor partisi, isi 2, karena partisi satu sudah terisi Ms DOS. First cylinder adalah silinder pertama yang dipakai partisi ke dua ini. Last cylinder, Anda bisa isikan nomor silinder, atau +xM, dimana x adalah jumlah Megabyte yang Anda inginkan, atau +xK, dimana x adalah jumlah Kilobyte yang Anda inginkan.
Command (m for help): n
Command action
e extended
p primary partition (1-4)
p
Partition number (1-4): 3
First cylinder (474-683): 474
Last cylinder or +size or +sizeM or +sizeK (474-683): +10M
Command (m for help): p
Disk /dev/hda: 16 heads, 38 sectors, 683 cylinders Units = cylinders of 608 * 512 bytes
Device Boot Begin Start End Blocks Id System
/dev/hda1 * 1 1 203 61693 6 DOS 16-bit >=32M
/dev/hda2 204 204 473 82080 83 Linux native
/dev/hda3 474 474 507 10336 83 Linux native
Dari tampilan di atas, tabel 3 partisi yang kesemuanya primary sudah berhasil dibuat. Untuk partisi extended biasanya dimulai dari angka 5 ke atas. Misalnya /dev/hda5, /dev/hda6 dan seterusnya.
Lanjutkan dengan mengganti system ID atau format sistem file untuk menambahkan swap. Swap adalah bagian dari Hard disk, baik berupa file atau satu partisi penuh yang dipakai sebagai virtual memory. Swap sangat membantu jika Anda punya memory fisik yang terbatas.
Command (m for help): t
Partition number (1-4): 3
Hex code (type L to list codes): L
0 Empty 9 AIX bootable 75 PC/IX b7 BSDI fs
1 DOS 12-bit FAT a OS/2 Boot Manag 80 Old MINIX b8 BSDI swap
2 XENIX root 40 Venix 80286 81 Linux/MINIX c7 Syrinx
3 XENIX usr 51 Novell? 82 Linux swap db CP/M
4 DOS 16-bit <32m>
5 Extended 63 GNU HURD 93 Amoeba e3 DOS R/O
6 DOS 16-bit>=32 64 Novell Netware 94 Amoeba BBT f2 DOS secondary
7 OS/2 HPFS 65 Novell Netware a5 BSD/386 ff BBT
8 AIX
Command (m for help): t
Partition number (1-4): 3
Hex code (type L to list codes): 82
Command (m for help): p
Disk /dev/hda: 16 heads, 38 sectors, 683 cylinders
Units = cylinders of 608 * 512 bytes
Device Boot Begin Start End Blocks Id System
/dev/hda1 * 1 1 203 61693 6 DOS 16-bit >=32M
/dev/hda2 204 204 473 82080 83 Linux native
/dev/hda3 474 474 507 10336 82 Linux swap
Anda lihat bahwa /dev/hda3 telah berubah dari Linux native menjadi Linux swap. Langkah berikutnya adalah menyimpan tabel partisi yang telah Anda buat.
Command (m for help): w
Anda akan kembali ke shell prompt. Lanjutkan dengan instalasi. Pertama , aktifkan swap yang telah dibuat sebelumnya
# mkswap /dev/hda3
# swapon
Hal ini membantu jika Anda hanya memiliki sedikit memory.
Setelah mengaktifkan swap, jalankan skrip setup dari Slackware.
# setup
Akan muncul menu :
- Help ; File help dari slackware, menyangkut instalasi
- Key Map ; Memetakan keyboard, jika menggunakan keyboard non english
- Swap ; Membuat dan mengaktifkan swap file
- Target; Menentukan direktori tempt Linux akan diinstal
- Source ; Menentukan direktori sumber file yang akan diinstal
- Select ; Memilih perangkat lunak yang akan diinstal
- Instal; Memulai instalasi dari paket program yang telah dipilih sebelumnya
- Configure ; Mengkonfigurasikan Linux sebelum di restart
- Exit ; Selesai instalasi dan keluar
Perlu dicatat bahwa menu tersebut merupakan urutan instalasi yang harus dipilih satu demi satu. Untuk memulai instalasi, Anda dapat abaikan dua menu pertama.
Secara default, Anda akan ditanya apakah akan memasukkan /dev/hda3 sebagai swap. Jika ya, maka Slackware akan menjalankan perintah mkswap untuk memformat /dev/hda3 dengan file sistem swap, kemudian mengaktifkannya dengan perintah swapon. Karena perintah ini telah dilakukan sebelumnya, Anda dapat abaikan. Yang penting adalah memasukkan /dev/hda3 ke dalam file fstab sehingga saat Linux boot dapat langsung menggunakan swap.
Catatan :
Linux menuliskan semua sistem file dan divais yang dipergunakan ke dalam file /etc/fstab. Saat akan dipergunakan dengan perintah mount, Linux akan membaca file ini. Divais yang dipergunakan termasuk semua hard disk dan partisinya, CDROM, floppy dan divais untuk back up. Untuk lebih jelasnya, ketikkan man fstab pada shell prompt.
Secara default akan muncul /dev/hda2 sebagai satu-satunya Linux native yang ada dalam partisi Anda. Jika Anda membuat lebih dari satu partisi yang berisi Linux native, Slackware akan menanyakan mount point dari masing-masing partisi. Misalnya /dev/hda5 mount pointnya /, lalu /dev/hda6 mount pointnya /usr/local dan seterusnya. Pada bagian ini ditanyakan pula apakah Anda akan mengaitkan (mounting)/dev/hda1 dengan sistem file DOS? Mengaitkan /dev/hda1 memungkinkan Anda membaca file-file yang berada dalam lingkungan DOS/Windows dari Linux. Selesai mengkonfigurasikan partisi di mana Linux akan diinstal, lanjutkan dengan sumber di mana file Linux Slackware binary berada.
Slackware akan menampilkan pilihan beberapa metode instalasi berdasarkan di mana sumber file berada.
- Floppy; Instal Slackware dari disket
- Instal Slackware from CD-ROM; Instal Slackware dari CD-ROM. Kadang Linux gagal mendeteksi CD-ROM yang Anda punyai. Hal ini disebabkan pilihan kernel yang tidak tepat saat membuat boot disk. Pastikan Anda memilih kernel yang sesuai dengan perangkat keras Anda.
- Instal Slackware from Hardrive partition; Instal Slackware dari hard disk (misalnya Anda telah menyalin file dari CD-ROM ke dalam hard disk). Path harus ditulis secara benar, sebab dalam lingkungan Linux semua huruf diperlakukan case sensitive. Dalam arti perbedaan huruf besar dan kecil dapat membuat file tidak dikenal.
- Instal via NFS; Instal Slackware dari NFS (Network File Server)
- Instal from pre-mounted directory; Jika Anda sudah mempunyai partisi Linux sebelumnya, dan berisi file source, maka Anda bisa melakukan pengaitan (mounting) sebelum instalasi dimulai. Direktori ini yang dipakai sebagai sumber instalasi. Pilih sesuai kebutuhan Anda, dan ikuti perintah-perintah berikutnya.
Slackware memberikan pilihan paket aplikasi yang akan diinstal. Paket yang ditawarkan adalah :
- A Aplikasi dasar yang dibutuhkan sistem Linux
- AP Berbagai aplikasi yang dapat dijalankan di console tanpa membutuhkan X
- D Program pengembangan, terdiri atas berbagai bahasa pemrograman
- E GNU Emacs, editor teks
- F Daftar FAQ, dan dokumentasi How To lengkap
- K Sumber (Source) dari kernel Linux
- N Networking (TCP/IP, UUCP, Mail, News)
- T Program pengolah kata tingkat lanjut TCL Bahasa Skrip Tcl/Tk
- X X Free, Server untuk tampilan grafis
- XD Program pengembangan X Free
- XV X View (Window Manager dan berbagai aplikasi tampilan grafis)
- Y Games yang tidak membutuhkan X (dijalankan di console)
Selesai memilih paket aplikasi yang dibutuhkan, dilanjutkan dengan instalasi. Slackware menawarkan berbagai metode instalasi :
- Newbie; Slackware akan menanyakan setiap program yang akan diinstal, disertai dengan gambaran singkat dari berbagai program yang akan diinstal.
- Expert ; Slackware akan memberikan daftar seluruh aplikasi, dan Anda cukup memilihnya dengan memberikan pointer.
- Full ; Instal seluruh aplikasi yang tersedia Configure Anda dapat menjalankan konfigurasi awal dari sistem Linux yang telah diinstal. Konfigurasi mencakup password untuk root, Pembuatan disket boot, pengaturan LILO (Linux Loader, program yang menjalankan Linux saat booting), modem, mouse, dan beberapa konfigurasi network jika komputer Anda sudah terhubung satu sama lain dalam jaringan.
Setelah mengkonfigurasi sistem Linux, Anda dapat keluar dari program setup, dan tekan Ctrl-Alt-Del untuk booting komputer.